Kata penghukuman (penghakiman) adalah kata yang sering kita dengar tidak hanya di dunia hukum yang berkaitan dengan kejahatan, tetapi juga dalam keagamaan/keyakinan yang berkaitan dengan dosa-dosa. Setiap agama/keyakinan memiliki dogma tentang penghakuman (penghakiman) sebagai dampak dari dosa. Dalam keyakinan Kristiani kata penghukiman (penghukuman) dihubungkan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali untuk menghakimi setiap orang. Yang percaya kepada Tuhan Yesus dan melakukan firman-Nya akan diselamatkan, sebaliknya yang tidak percaya dan tidak melakukan firman-Nya dihukum dalam kematian yang kekal.
Allah menciptakan semesta ini. Tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Semua yang Allah ciptakan untuk memuliakan Dia. Demikian juga manusia diciptakan Allah untuk memuliaka-Nya. Allah meminta pertanggung jawaban dari manusia atas apa yang telah diperintahkan oleh Allah. Apakah penghakiman itu hanya berlaku bagi orang-orang tertentu saja? Pemazmur dalam Mazmur 105 mengungkapkan keyakinannya bahwa penghakiman berlaku di seluruh bumi. Itu berarti berlaku bagi semua orang karena semua orang adalan ciptaan Allah dan terpanggil untuk memuliakan-Nya. Celakanya adalah kita semua terancam dihukum karena di antara kita tidak ada yang kedapatan benar di hadapan Allah seperti yang diungkapkan oleh Paulus dalam kitab Roma 3 : 9-18. Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mecari Allah. Segala lakunya tidak berkenan kepada Allah.
Kita bersyukur karena Allah tidak membiarkan kita binasa oleh dosa. Allah dalam Yesus Kristus telah menanggung semua beban dosa manusia melalui sengsara dan kematian-Nya di kayu saib. Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah. Apakah yang dilakukan Allah dalam Yesus karena kita layak dan benar? Tidak. Apa yang dilakukan Allah semata-mata karena kasih-Nya kepada kita. Itu adalah ANUGERAH ALLAH. Hanya oleh Anugerah-Nya. Karena itu percayalah kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat yang dengan mati-Nya di kayu salib menebus kita dari maut sebagai upah dosa. (PR)
Bacaan Alkitab: 1 Petrus 3: 18–22; Lukas 23: 50–56
