Setiap orang ingin mengalami damai sejahtera dalam kehidupannya. Kesejahteraan sering dihubungkan dengan terpenuhinya kebutuhan yaitu sadang, pangan dan papan. Pakaian yang bagus bagus, makanan yang berlimpah dan rumah yang megah. Pertanyaannya, apakah benar bahwa pakaian yang bagus, makanan yang berlimpah dan rumah yang megah menjaminkan bahwa seseorang pasti bahagia? Bukankah terkadang kita mendengar bahwa si A yang kaya raya mati karena minum racun serangga, si A yang kaya raya mati karena gantung diri, atau terjun dari hotel lantai 5?  Ada apa dengan si A? Mengapa ia bunuh diri? Apakah ia tidak mengalami damai sejahtera dengan apa yang ia miliki?

Dari Mazmur 147 : 14 kita dapat mengerti bahwa harta benda tidak dapat menjamin kita mengalami damai sejahtera. Harta benda hanyalah sarana dari Tuhan untuk kita bisa mengalami damai sejahtera, tetapi sumber damai sejahtera adalah Allah sendiri. Allah yang memberikan kesejahteraan kedapa daerahmu (melimpahkan hasil panen, ternak dan menjauhkan dari ancaman panyakit bahkan musuh).  Damai sejahtera sangat berkaitan suasana terbebas dari berbagai beban yang menekan, yang membelenggu. Ketika kita berseteru dengan orang lain ada kecenderungan kita tidak mengalami damai sejahtera di hati. Ketika ada persoalan-persoalan berat tidak terselesaikan itu membuat kita tidak mengalami damai sejahtera. Itulah juga sering menjadi pemicu kenapa orang bisa mati bunuh diri. ketika dosa menguasai hidup kita, kita merasa tidak damai sejahtera karena upah dosa adalah maut. Dalam keberdosaan kita berseteru dengan Allah sumber damai sejahtera itu. Kita membutuhkan pendamaian dengan Allah agar kita bebas dari kuasa maut sebagai upah dosa. Upaya kita berdamai dengan Allah tidak pernah berhasil karena kita berdosa sedangkan Allah adalah kudus. Kita membutuhkan pribadi yang dapat mendamaikan diri kita dengan Allah. Paulus memberikan kesaksian bahwa Allah dalam Kristus adalah pendamaian kita (Efesus 2 : 4). Kristus telah mendamaikan diri kita dengan Allah melaui karya penebusan-Nya di atas kayu salib. Darah Kristus yang suci membasuh kita dari segala dosa.

Dengan demikian setiap kita yang ingin memiliki damai sejahtera janganlan mengandalkan dunia ini, dengan apa yang kita miliki baik itu harta atau jabatan. Damai sejahtera itu bersumber pada Allah dalam Kristus. Jalan satu satunya untuk kita mengalami damai sejahtera adalah percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber damai sejahtera. Kematian Kristus telah mendamaikan setiap orang percaya kepada-Nya dengan Allah sumber damai sejahtera. (PR)

 

Bacaan Alkitab:   Yohanes 19: 16-30; 2 Korintus 5: (14b-18) 19-21; Lukas 23: 32-49

 

Doa:  Ya Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber damai sejahtera. ajarkan kami untuk tidak mengandalkan dunia dalam mencari damai sejahtera tetapi hanya mengandalkan kasih-Mu saja.

 

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.