TATA IBADAH UNTUK JEMAAT

DI RUMAH MASING-MASING

 

Dilayani secara live streaming oleh :

Pdt. I Made Budiarsa, M.Si &

Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th

 

PASKAH

(Penutupan Pekan Paskah)

Minggu, 4 April 2021, pk. 05.00 wita

 

 

Tema : Menjadi Gereja Pembawa Keadilan

 

Sub Tema : Salib : Tempat Keadilan dan Kasih Allah Berpadu

Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,

Majelis keluar dari Konsistori membawa lilin yang menyala sebagai lambang Theopani,

diikuti Majelis yang mengajak Jemaat memulai ibadah.

(jemaat diundang berdiri)

  1. PANGGILAN BERIBADAH

Majelis   :    Agung dan mulialah karya kasih Allah di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, yang telah memperkenankan kita untuk masuk ke dalam pengharapan sejati melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Jemaat   :    Berbahagialah kekasih-kekasih-Nya yang sedia memberi diri untuk direngkuh oleh keperkasaan lengan-Nya, sebab telah diluputkan-Nya kita dari kungkungan kuasa si Penyesat.

Majelis  :  Sesungguhnya maut adalah suatu kengerian yang tak terbayangkan. Sejatinya dosa-dosa kita pantas diganjar dengan pahit dan getirnya cambuk penghukuman!

Jemaat  :  Namun sesah dan siksa bersedia ditanggung-Nya demi tegaknya keadilan Ilahi atas umat-Nya. Bilur-bilur-Nya menjadi ungkapan bahasa kasih yang tak terperi bagi milik kesayangan-Nya.

Majelis  :  Selamatlah kita karena-Nya. Berilah bagi-Nya segala sembah, hormat, dan syukur sampai selama-lamanya.

 

Pujian Pembukaan :  Mulia, Mulia NamaNya (PKJ. 2)

  1. VOTUM DAN SALAM

Pendeta     :     Jemaat kekasih Kristus, Ia yang telah menang atas kuasa maut berkenan hadir bagi kita. Kini kita berada di hadapan-Nya. Di pelataran-Nya yang kudus mari kita serahkan seluruh keberadaan kita di dalam sebuah pengakuan yang demikian:

Pdt & Jmt  :  Pertolonganku datang dari Allah Bapa di surga, yang telah berkenan menyatakan kasih dan keadilan bagi umat-Nya. Ia yang berlimpah kasih setia dan tiada pernah meninggalkan buatan tangan-Nya.

Pendeta  :  Salam sejahtera dari Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus kepada saudara.

Jemaat  :  Salam sejahtera bagi saudara juga.

melagukan    5   3   4   5   6   5   4   5  .   .

A    .    .     .     .     .     min

(Jemaat duduk kembali)

  1. INTROITUS : Wahyu 1:18

(Kristus berkata) 

Aku telah mati, namun lihatlah , Aku hidup, sampai selama-lamanya

dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Jemaat menyanyi : Kristus Bangkit! Soraklah (KJ. 188:1,3,5)

 

1) Kristus bangkit! Soraklah: Haleluya!

           Bumi, sorga bergema: Haleluya!

           Berbalasan bersyukur: Haleluya!

           Muliakan Tuhanmu! Haleluya!

 

3) Kuasa kubur menyerah : Haleluya!

  dan neraka takluklah : Haleluya!

  Kristus jaya atas maut : Haleluya!

  dan terbukalah Firdaus : Haleluya!

 

5) Hai tinggalkan maut kelam : Haleluya!

  ikut Dia yang menang! : Haleluya!

  Bangkitlah, manusia, : Haleluya!

  dalam kebangkitanNya! : Haleluya!

 

  1. PEMBACAAN MAZMUR MINGGU PASKAH : Mazmur 118:14-24

Majelis     :  TUHAN itu kekuatanku  dan mazmurku; Ia  telah menjadi keselamatanku.

Jemaat    :   Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang  benar: “Tangan kanan  TUHAN melakukan keperkasaan,

Majelis  :   tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”

Jemaat  :  Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan  perbuatan-perbuatan TUHAN.

Majelis  :  TUHAN telah menghajar   aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

Jemaat     :     Bukakanlah aku pintu gerbang  kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

Majelis     :     Inilah pintu gerbang TUHAN,  orang-orang benar akan masuk  ke dalamnya.

Jemaat     :     Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Majelis  :  Batu  yang dibuang  oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Jemaat  :  Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib  di mata kita.

Majelis  :  Inilah hari   yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita  karenanya! Haleluya

Jemaat  :    Amin

 

  1. PENGAKUAN DOSA

(Narasi pengakuan dosa dibacakan Pendeta dan direspon jemaat dengan nyanyian : Tercurah Darah Tuhanku – KJ.35 : 1, 3-5)

 

  Pendeta  :  Saudaraku yang terkasih dalam Kristus Yesus, dengan kepala tertunduk namun hati yang terarah kepada Tuhan, marilah kita mengenang segenap kebaikan-Nya sekaligus mengakui dosa-dosa kita dan memohon ampunan-Nya. Kita mengangkat nyanyian : “Tercurah Darah Tuhanku” :

 

1) Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota;

yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya,

terhapus dosanya, terhapus dosanya

yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.

 

Pendeta  :  Layaklah Dikau kami puji dan muliakan, ya Allah terkasih, oleh sebab limpah kemurahan yang senantiasa kami terima dari pada-Mu. Tiada berkesudahan kasih setia-Mu dan tiada terhitung curahan berkat-Mu dalam perjalanan hidup yang kami tempuh. Lebih-lebih di waktu yang indah ini, kami pun mengangkat syukur tatkala merenungkan akan karya penyelamatan-Mu di dalam Kristus Yesus, yang berkenan memberi hidup-Nya demi kelepasan kami dari genggaman si Jahat. Sesungguhnya siapakah debu dan abu ini di hadapan-Mu, ya Bapa, sehingga Engkau berkenan menebus kami yang penuh cela? Hanya kepada-Mulah kami berdoa dan berpasrah diri, ya Mahakasih!

 

3) Ya Anakdomba, darahMu tak hilang kuasanya,

  sehingga s’lamat umatMu dan suci s’lamanya,

  dan suci s’lamanya, dan suci s’lamanya,

  sehingga s’lamat umatMu dan suci s’lamanya.

 

Pendeta  :  Kami bersyukur atas mulia dan ajaib kuasa-Mu, ya Juruselamat yang hidup. Belenggu kuasa maut telah Kau patahkan dengan keperkasaan-Mu yang melampaui akal itu. Di atas kayu salib Engkau rela menanggung pedihnya penghukuman yang sepatutnya ditimpakan kepada kami. Namun demikian kami pun menyadari, bahwa karya penebusan-Mu tidak sepenuhnya dapat kami songsong dengan melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu, bahkan kami tidak sungguh-sungguh memiliki kesediaan untuk menyalibkan segala dosa dan kedagingan kami. Ya Mesias yang hidup, pandanglah kiranya umat-Mu yang penuh ketidakberdayaan ini.

ditimpakan kepada kami. Namun demikian kami pun menyadari, bahwa karya penebusan-Mu tidak sepenuhnya dapat kami songsong dengan melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu, bahkan kami tidak sungguh-sungguh memiliki kesediaan untuk menyalibkan segala dosa dan kedagingan kami. Ya Mesias yang hidup, pandanglah kiranya umat-Mu yang penuh ketidakberdayaan ini.

 

4) Sejak kupandang salibMu dengan iman teguh,

    kasihMulah kupuji t’rus seumur hidupku,

    seumur hidupku, seumur hidupku,

    kasihMulah kupuji t’rus seumur hidupku.

 

Pendeta  :  Di dekat kaki-Mulah kami bersandar, mendamba belas kasih Bapa atas kami, umat-Mu yang berlumur dosa ini. Sudilah kiranya Engkau menyatakan ampunan atas segala pelanggaran kami, seraya melayakkan kami untuk kembali disebut sebagai anak-anak tebusan-Mu. Roh-Mu yang kudus kiranya menggugah hati kami untuk lebih lagi menjalani hidup yang kian serupa dengan Kristus Yesus, Tuhan kami. Ajar dan tuntunlah kami, ya Penghibur yang setia, untuk tetap bertekun mengambil bagian dalam pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Sungguh inilah doa, kerinduan, sekaligus ungkapan penyesalan kami. Seruan ini kami naikkan di dalam nama di atas segala nama: Yesus Kristus, Juruselamat kami yang hidup. Amin.

 

5) Dan jika nanti lidahku tak lagi bergerak,

tetap kupuji kuasaMu di sorgaMu kelak,

di sorgaMu kelak, di sorgaMu kelak,

tetap kupuji kuasaMu di sorgaMu kelak.

 

  1. BERITA ANUGERAH : Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

 

Saudaraku, berbahagialah kita semua yang tetap mengikut Sang Jalan yang Lurus dan yang tidak lagi mengeraskan hati tatkala mendengar sabda-Nya. Sebagai hamba Tuhan kita Yesus Kristus, saya menyampaikan bahwa pada saat ini juga dosa saudara dan saya sudah diampuni! Berita anugerah ini saya sampaikan di dalam nama Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

 

Pujian Jemaat : Kasih Tuhanku Lembut (NKB. 73:1-3)

 

1) Kasih Tuhanku lembut! PadaNya ‘ku bertelut

  dan ‘ku dambakan penuh: Kasih besar!

  Yesus datang di dunia, tanggung dosa manusia;

  bagiku pun nyatalah: Kasih besar!

 

Refrein : Kasih besar! Kasih besar!

Tidak terhingga dan ajaib benar: Kasih besar!

2) DitolongNya yang penat dan yang berbeban berat

        juga orang yang sesat, Kasih besar!

        Walau hatimu cemar, kasihNya lebih besar

        dan membuat ‘kau benar, Kasih besar!

 

3) Wahai insan, datanglah! Mari sambut kasihNya

        ingat akan janjiNya: Kasih besar!

        Yesus t’lah memanggilmu, simak suaraNya merdu

  dan serahkan hatimu, Kasih besar!

 

  • Pujian dari Akémuni – ”S’bab Dia Hidup” – via video

 

  1. PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
  • Doa untuk Pembacaan Firman
  • Pembacaan Firman  :   Keluaran 14:8-14 ; 15:20-21  

14:8   Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.

14:9   Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.

14:10   Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,

14:11   dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?

14:12   Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”

14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

14:14   TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

15:20   Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.

15:21   Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.”

  • Renungan singkat
  • Saat teduh

 

  • Pujian dari VG. Pelayan JKK – ”Kasih Yesus”

 (Jemaat berdiri)

  1. PENGAKUAN IMAN RASULI

(Jemaat duduk kembali)

  1. PENUTUPAN PEKAN PASKAH GKPB TAHUN 2021

(Pelayan turun dari mimbar dan kembali mengingatkan jemaat pada makna Tema, Sub Tema, serta simbol Pekan Paskah GKPB 2021)

 

Pendeta  :     Jemaat sekalian, penghayatan kita akan kematian dan kebangkitan Kristus kiranya membawa semangat baru dalam menatap hari esok yang penuh harapan. Salibkanlah segala kekejian kita dan bangkitlah untuk melakukan yang terbaik dalam sisa hidup yang Tuhan karuniakan pada kita. Di dalam komitmen yang teguh, marilah kita turut serta menyatakan kasih dan keadilan-Nya di tengah-tengah konteks keberadaan kita masing-masing.

 

(Pendeta mengundang jemaat untuk berdiri)

 

Dengan tetap menghaturkan ucapan syukur kepada Ia yang Mahabaik, maka Pekan Paskah GKPB tahun 2021 ini ditutup di dalam nama Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

 

(Jemaat menyambut dengan bertepuk tangan)

 

Pujian : Hai Bangkit Bagi Yesus (KJ. 340:1-2)

 

1) Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya!

  Anjungkan panji Raja dan jangan menyerah.

  Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,

  sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

 

2) Hai bangkit bagi Yesus, dengar panggilanNya!

  Hadapilah tantangan, hariNya inilah!

  Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g’lap,

  semakin berbahaya, semakin kau tegap.

(Jemaat duduk kembali)

  1. WARTA JEMAAT

 

  1. DOA SYAFAAT

 

  1. PERSEMBAHAN : I Tawarikh 16:29

Pendeta  :  Jemaat yang dikasihi Tuhan, sejatinya takkan terbalas segala kebaikan dan kemurahan Tuhan dengan apa yang ada pada diri kita. Kendati demikian, tanda syukur patut kita haturkan ke hadapan-Nya demi kukuhnya pekerjaan-pekerjaan Tuhan di muka bumi ini. Semua yang kita persembahkan saat ini kiranya menjadi sebuah untaian kasih bagi Dia yang terlebih dahulu mengasihi kita sebagai anak-anak-Nya.

 

Sebelum kita memberikan persembahan, terlebih dahulu dengarkanlah petikan nats yang demikian bunyinya: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11 : 36). Seiring dengan pengumpulan persembahan ini, kita bersama mengangkat pujian: ‘Ku Heran, Allah Mau Memb’ri (KJ. 387:1-3)

1) ‘Ku heran Allah mau memb’ri rahmatNya padaku

        dan Kristus sudi menebus yang hina bagaiku!

 

Refrein : Namun ‘ku tahu yang kupercaya

  dan aku yakin ‘kan kuasaNya,

  Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!

 

2) ‘Ku heran, oleh rahmatNya hatiku beriman

  dan oleh kuasa SabdaNyaj iwaku pun tent’ram. Reff…

 

3) ‘Ku heran, oleh Roh Kudus ‘ku sadar dosaku

  dan dalam Firman kukenal siapa Penebus. Reff…

 

DOA PERSEMBAHAN

 

  1. NYANYIAN PENUTUP : “Hidup, Hidup, Hidup Selamanya”

 

Hidup, hidup, hidup selamanya

  Yesusku hiduplah, hidup selamanya

  Hidup, hidup, hidup selamanya

  Yesus hiduplah

 

  Oh haleluya! Oh haleluya!

  Yesusku hiduplah

  Oh haleluya! Oh haleluya!

  Yesusku hiduplah

 

  1. PENGUTUSAN DAN BERKAT

Pendeta  :    Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan kita semua selaku umat yang percaya kepada-Nya. Maka berdirilah tegak dan arahkanlah pandanganmu kepada Ia yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Jemaat  :    Kami mengarahkan hati dan pikiran kami kepada Kristus yang hidup.

Pendeta  :    Pergi dan nyatakanlah kasih dan keadilan Tuhan bagi sesama dan lingkungan.

Jemaat  :    Di dalam pertolongan Tuhan, kami sedia berjerih juang sebagai saksi-saksi bagi kemuliaan nama-Nya.

Pendeta  :    Saudaraku, pulanglah dengan sejahtera dan terimalah berkat-Nya:

 

(Mazmur 121 : 5, 7, 8)

“TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.

TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan;

Ia akan menjaga nyawamu.

TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.”

HALELUYA! AMIN.

 

(Jemaat merespon dengan pujian: NKB 225 “Haleluya! Amin!”)

 

 

PETUGAS IBADAH MINGGU, 4 APRIL 2021

MAJELIS JEMAAT
  1.  Pnt. Christimulia P. Trimurti
  2.  Pnt. Yohanes Santoso
  3.  Pnt. Rini F. Yani
  4.  Pnt. I Gst Rai Daniel Ari P.
  5.  Pnt. Frans Ferdinand B. Logo
  6.  Pnt. Magdalena Hehakaya

 

PELAYAN MUSIK PEMANDU PUJIAN
Mikha

Christian H

Neno

Joseph

 

 

 

 

 

 

 

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.