Skip to main content

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI

Perjalanan Iman Sejak Awal

Perjalanan GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar berawal dari persekutuan orang-orang Kristen di Denpasar yang telah ada sebelum terbentuknya Jemaat Denpasar. Perjalanan ini berkaitan erat dengan pendidikan, pembinaan iman, dan pelayanan gereja di Bali.

1953

Sekolah Guru Injil

Sekolah Guru Injil dibuka kembali di Pesraman Penyobekan, Denpasar.

1954

Penahbisan

Upacara penahbisan pendeta dan guru Injil dilaksanakan pada 18 Agustus.

1955

Awal Persekutuan

Ruang belajar kemudian digunakan sebagai tempat ibadah.

Sekolah Guru Injil di Penyobekan

Pada tahun 1953, Sekolah Guru Injil dibuka kembali di Pesraman Penyobekan, Denpasar. Pendidikan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan calon pelayan gereja di Bali.

Pada periode 1953–1954, sebelas peserta mengikuti pendidikan Sekolah Guru Injil dengan tujuan meningkatkan status pelayanan menjadi pendeta. Para pengajar yang disebut dalam sumber sejarah adalah Ds. Henk J. Visch, Pdt. Made Ayub, dan Pdt. Fanggi dari GPIB.

Pendidikan ini menjadi bagian dari perjalanan pembinaan iman dan pelayanan gereja di Bali.

18 AGUSTUS 1954

Penahbisan Pendeta dan Guru Injil

Pada Rabu, 18 Agustus 1954, dilaksanakan upacara penahbisan pendeta dan guru Injil di Untal-Untal. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan pelayanan gereja di Bali.

1955–1956

Awal Persekutuan Jemaat Denpasar

Setelah ruang belajar Sekolah Guru Injil digunakan untuk SMPK Widhya Pura pada 1955, ruang tersebut kemudian digunakan sebagai tempat ibadah pada 1956 setelah sekolah berpindah ke bangunan permanen di Sesetan.

Pdt. Ketoet Soewetja meminta Pdt. Ketut Daniel untuk membentuk Jemaat Denpasar. Dalam prosesnya, Pdt. Ketut Daniel mengunjungi keluarga-keluarga untuk meminta pendapat dan dukungan.

I Gusti Kompyang Tabing menawarkan rumahnya di Jalan Bali–Sanglah sebagai tempat pertemuan awal. I Gusti Kompyang Tabing, I Wayan Gerendeng, dan I Nyoman Pinia kemudian terpilih sebagai anggota pengurus.

ARSIP DAN DOKUMENTASI

Menjaga Ingatan Sejarah Gereja

Peringatan HUT ke-53 pada 7 Juni 2008 menjadi dasar penggunaan 7 Juni 1955 oleh sejumlah anggota Majelis Jemaat. Sementara itu, catatan lain menyebut ruang Sekolah Guru Injil di Penyobekan mulai digunakan sebagai tempat ibadah pada 1956.

Sumber sejarah yang Anda berikan menyatakan bahwa penelitian khusus masih diperlukan untuk memastikan tahun berdirinya Jemaat Denpasar. Karena itu, kedua catatan ini perlu ditampilkan secara terbuka, tanpa menetapkan tahun yang belum dapat dipastikan.

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.