Yesus mengibaratkan diri kita seperti domba, dan Dia, Sang Gembala. Tidak sekadar gembala biasa, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai gembala yang baik. Tentu ada alasan bila seseorang menyematkan predikat, entah predikat positif atau predikat negatif, kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri. Demikian pula Yesus. Ada alasan mengapa Dia mengatakan, “Akulah gembala yang baik” (ay. 11a).

Perikop firman Tuhan hari ini memuat tiga peranan Yesus yang juga merupakan alasan Dia menyatakan diri sebagai gembala yang baik. Pertama, Yesus mengenal domba-domba-Nya (ay. 14). Dia memanggil masing-masing menurut namanya (ay. 3). Artinya Yesus mengenal kita. Yesus tahu kekurangan dan kelebihan kita. Yesus sadar akan kekuatan dan kerapuhan kita. Yesus paham apa yang membuat hati kita bahagia dan apa yang membuat hati kita sedih. Yesus mengerti semua tentang kita bahkan lebih dari kita mengerti diri sendiri. Kedua, Yesus menjaga domba-domba-Nya. Dia menuntun mereka keluar dan berjalan di depan mereka (ay. 4). Artinya Yesus menyertai hidup kita. Yesus menunjukkan jalan untuk dilalui. Dia membenahi langkah kaki kita apabila kita tersesat. Ketiga, Yesus memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (ay. 11b). Yesus mati di kayu salib demi menebus kita dari dosa.

Sudahkah kita menyadari betapa beruntungnya diri kita memiliki Yesus sebagai gembala? Tiga peranan menakjubkan sudah Yesus lakukan, apa lagi yang masih kita takutkan, khawatirkan atau keluhkan? Biarlah hari ini, seperti Daud, kita mengucap syukur karena percaya, bersama Yesus, Gembala yang baik, kita akan melihat kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti seumur hidup kita (Mzm. 23:6). –LIN/www.renunganharian.net

KITA DAPAT MENJALANI KEHIDUPAN DI DUNIA INI DENGAN TENTERAM
KARENA MENYADARI YESUS, GEMBALA YANG BAIK, ADA BERSAMA KITA.

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.