Satu hal yang mampu dilakukan semua orang adalah tersenyum. Senyum adalah salah satu pemberian berharga Allah kepada kita. Sayangnya, pemberian berharga ini kerap kali tidak awet ketika dihadapkan pada situasi buruk yang bermunculan di kehidupan kita. Keberadaannya seolah tertutup rapat dan terkunci oleh beragam persoalan dan masalah.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi menuliskan: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!” (ay. 4). Tersenyum merupakan salah satu pancaran dari sukacita! Luar biasanya, bukan hanya menasihatkan supaya jemaat tersenyum di dalam sukacita, Paulus juga membeberkan rahasia mengawetkan senyum. Rahasia itu tidak lain adalah membuang jauh-jauh kekhawatiran lalu menyatakan segala keinginan kita kepada Allah di dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (ay. 6). Paulus meyakini bahwa di dalam Tuhan kita pasti memperoleh damai sejahtera dan kekuatan untuk menang melawan masalah.

Tersenyum bukan menandakan kita sedang tidak mempunyai masalah. Namun, melalui senyuman kita menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak berputus asa apalagi menyerah terhadap hidup ini. Ya, kita memercayai bahwa Allah pasti mampu menolong dan Dia juga selalu punya cara untuk membalikkan situasi sulit menjadi keuntungan bagi kita! Mengetahui kebenaran ini, masihkah kita ragu untuk menghiasi wajah kita dengan senyum yang merekah? –LIN/www.renunganharian.net

MELALUI SENYUMAN, KITA MEMBUKTIKAN KEPADA DUNIA BAHWA KITA MASIH
MEMPUNYAI PENGHARAPAN AKAN HARI DEPAN YANG INDAH DI DALAM TUHAN.

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.