Perihal apa yang pernah membuat Anda dihina? Kelemahan atau ketidakmampuan Anda? Kelakuan yang aneh menurut mereka? Kesalahan yang memalukan? Atau Anda direndahkan melalui fitnah? Semua itu tentu sangat menyakitkan.

Namun pernahkah Anda membayangkan betapa kejinya penghinaan yang diterima Kristus? Ia dipermalukan dengan hukuman yang sama dengan penjahat besar: digantung di atas kayu salib. Kepada-Nya dipakaikan jubah ungu kebesaran, namun hanya untuk bahan tertawaan. Setelah dikenakan sebentar kepada-Nya, jubah itu dicopot dan dijadikan rebutan. Ia pun telanjang. Inilah pelecehan seksual yang dahsyat. Mahkota-Nya bukan bertatahkan emas dan permata, melainkan terbuat dari duri untuk menyakiti-Nya. Ia diludahi, dipukul, dicambuk, perlakuan yang lebih keji dibanding binatang. Bahkan Ia diminta membuktikan keilahian-Nya dengan menyelamatkan diri-Nya. Namun Yesus mengampuni mereka semua. Ia tidak membalas, melainkan menyerahkan semuanya kepada Allah yang menghakimi dengan adil (1Ptr. 2:23).

Tentu tidak mudah untuk menghadapi luka hati akibat penghinaan. Mungkin penderitaan yang Anda alami bukan dari sisi emosi semata. Cacat fisik yang membekas, reputasi yang hancur, relasi yang rusak mungkin adalah dampak yang harus Anda tanggung hingga sekarang. Yesus sungguh mengerti apa yang Anda derita, sebab Ia pernah mengalaminya. Kita diminta untuk meneladani-Nya. Perlu ada keputusan untuk mengampuni penghina kita. Selebihnya, kita serahkan kepada Bapa yang memiliki hak untuk mengadili. –HEM/www.renunganharian.net

TUHAN MENGHARGAI KITA YANG MERESPONS HINAAN
DENGAN MENGIKUTI TELADAN-NYA.

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.