LITURGI RABU ABU, 14 FEBRUARI 2024 (pk. 19.00 wita)
Tema :
Menjadi Gereja Pembawa Keadilan
Sub-Tema :
“Belajarlah Berbuat Baik dan Usahakanlah Keadilan” (Yesaya 1:16c-17)
Dilayani oleh : Pdt. I Made Budiarsa & Pdt. Tinni Sandra Turalaki, S.Si., Teol
Persiapan Jemaat : Doa pribadi
Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat
Pemandu Pujian, dan Organis : Doa bersama di Konsistori
Majelis Jemaat yang bertugas keluar dari Konsistori menyalakan lilin teofani di meja Perjamuan Kudus sebelum ibadah sebagai lambang kehadiran / penyataan / penampakan Allah.
Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,
- PANGGILAN BERIBADAH
MJ : Malam ini kita bersama memasuki awal masa Pra-Paskah, yang diawali Rabu Abu : 40 hari menuju Paskah. Ibadah Rabu Abu bertujuan untuk mempersiapkan umat menyambut Paskah dan telah dilaksanakan oleh Gereja sejak abad ke-4 Masehi. Paskah tidak mungkin ada tanpa sengsara dan kematian Kristus. Karena itu, Paskah juga merupakan momentum iman bagi kita yang percaya, untuk meninggalkan yang lama dan dibarui oleh Allah. Masa Paskah kita laksanakan selama 40 hari. Angka 40 merupakan angka simbolis untuk masa persiapan diri. Bangsa Israel berjalan 40 tahun di padang gurun, sebagai persiapan memasuki tanah perjanjian yakni Kanaan. Yesus berpuasa 40 hari di padang gurun, sebagai persiapan melaksanakan tugas pengutusan-Nya. Hari ini adalah Rabu Abu: Masa di mana Gereja berdoa dan berpuasa. Masa di mana umat Allah menyesal dan bertobat. Masa di mana kita melatih kepekaan spiritual, untuk membangun relasi yang indah bersama Tuhan. Mengikuti tradisi Yahudi, kita akan membubuhkan abu pada dahi. Abu mengingatkan kita akan kefanaan dan kerapuhan kita sebagai manusia. Abu adalah tanda merendahkan diri di hadapan Allah dan menilai kembali diri sehingga kita menyadari betapa kita adalah insan yang lemah dan membutuhkan kasih Allah. Marilah dengan rendah hati kita datang kepada Allah dan mengangkat pujian : Ya Allah Bapa (KJ. 23:1-2)
1) Ya Allah Bapa di sorga mahatinggi,
puji sembah dan syukur bagiMu.
Mahabesar, mulia namaMu
dan kuasaMu kekal selamanya.
2) Aku berlutut dan doa kupanjatkan,
‘ku bertelut memohon rahmatMu;
ampunilah segala dosaku
dan limpahkanlah berkat anugerah.
Prosesi Pembawa Alkitab diikuti Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah
- VOTUM DAN SALAM
Pdt : Ibadah Rabu Abu ini terjadi didalam nama Allah Tri-Tunggal: Bapa – Tuhan Yesus Kristus – Roh Kudus. Kasih dan Rahmat-Nya tak berkesudahan dulu – kini dan selamanya.
Salam sejahtera dari Allah dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus bagi saudara. Amin.
Jemaat : menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . .
A . . . . . min
(Jemaat duduk kembali)
- INTROITUS : II Korintus 5:20
“…dalam nama Kristus kami meminta kepadamu:
berilah dirimu didamaikan dengan Allah”.
Pdt : Rabu Abu menjadi tanda memasuki Masa Pra Paskah, sebagai masa untuk bertobat, yang disertai dengan tindakan berdoa, berpuasa dan bersedekah. Yesus mengingatkan para murid-Nya agar tidak melakukan ibadah tersebut untuk dilihat orang atau sebagai kewajiban, apalagi dengan kemunafikan. Melakukan ibadah haruslah dengan tulus dari hati dan sebagai bentuk memberi diri didamaikan oleh Allah. “Berilah dirimu didamaikan oleh Allah”, bukan hanya sekedar ajakan, melainkan perintah bagi orang percaya untuk bersedia memberikan dirinya hidup sebagai orang percaya yang dengan tulus melakukan semua ketetapan dan ajaran Tuhan Allah. Kesediaan memberi diri didamaikan oleh Allah berarti kesediaan untuk mengakui segala dosa dan kesalahan dan bersedia untuk melakukan rekonsiliasi dengan Allah.
- MAZMUR PENGAKUAN DOSA (Mazmur 51:3-15)
Pdt : Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Jmt : Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Pdt : Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Jmt : Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat
Pdt : supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Jmt : Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku
Pdt : Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku
Jmt : Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Pdt : Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jmt : Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Pdt : Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Jmt : Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Jmt : menyanyi :‘Ku Ingin Menghayati (KJ. 158:1-2)
1) ‘Ku ingin menghayati sengsara Tuhanku.
Semoga kudapati, ya Yesus, rahmatMu!
Beban kesalahanku membuatku lelah;
berilah hidup baru, ya Yesus, tolonglah
2) O ingat akan daku yang hilang tersesat;
bertimbunlah dosaku yang menekan berat.
JalanMu kulalaikan, hidupku bercela;
Engkau penuh kebaikan, ya Yesus, tolonglah!
- Pujian VG. Kaum Seiman “ Kasih Allahku Sungguh T’lah Terbukti”
- PEWARTAAN FIRMAN TUHAN
- Doa untuk Pembacaan Firman Tuhan
- Pembacaan Firman : Titus 3:8-15 “Pesan-Pesan Penutup”
3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
3:9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.
3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
3:11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.
3:12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini.
3:13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.
3:14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
3:15 Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian!
(diakhiri dengan sahutan/pujian Hosiana 3X)
- Khotbah
- Saat teduh
- PROSESI PENGOLESAN ABU DARI DAUN PALEM (diiringi VG. Kawan Seiman “ Via Dolorosa”
Pdt : Hari ini kita bersama-sama memasuki peringatan Rabu Abu yang akan ditandai dengan pemolesan abu pada dahi kita. Abu yang dipakai dalam peringatan Rabu Abu diambil dari daun Palem yang dipakai dalam peringatan Minggu Palmarum. Daun Palem dalam Minggu Palmarum mengingatkan umat yang pada waktu itu mengelu-elukan Tuhan tetapi dalam beberapa hari kemudian mereka pulalah yang menyalibkan Tuhan. Maka dari daun palem yang telah kering ini mengingatkan kepada kita bahwa dari mulut yang sama, yaitu mulut yang memuliakan nama Tuhan kita juga sering kali mendukakan hati Tuhan. Dengan penuh kerendahan hati,kita masing-masing mengakui segala kerapuhan kita. Kita yang sering kali merasa diri kita kuat, sesungguhnya kita lemah. Maka saat ini adalah saat yang tepat untuk kita bersama-sama berefleksi dan melakukan pertobatan.
Daun palem yang terbakar ini memberikan kesadaran betapa diri kita adalah rapuh sebagaimana ranting dari daun palem ini. Dari yang rapuh inilah mari kita bersama-sama memohon akan kekuatan dari Tuhan.
Jemaat menyanyikan “Ke Dalam Tangan Bapa“ 2X
Pdt : (sambil mengangkat cawan yang berisi abu dan menunjukkannya) Abu ini mengingatkan kita akan kerapuhan. Ringan, mudah tertiup angin, kecil, lemah. Seperti inilah kita, manusia. Rentan untuk saling menyakiti, rentan untuk membenci, rentan untuk memanipulasi, rentan untuk tidak peduli, rentan untuk mementingkan diri sendiri, rentan untuk tidak setia. Untuk itu, berilah dirimu untuk bertobat dan percayalah pada Injil (Markus 1:15). Pemolesan abu di dahi merupakan symbol akan kesediaan kita untuk mengakui segala dosa kita di hadapan Allah dan kemauan kita untuk bertobat dari segala dosa kita. Mari, datanglah akuilah segala dosamu di hadapan Allah dan bertobatlah.
- Pendeta dan pelayan liturgi yang ikut dalam ritual pemolesan abu bersiap di depan.
- Jemaat secara beriringan maju kedepan untuk menerima pemolesan abu ke dahi oleh Pendeta dengan ucapan: “marilah kita bertobat dan percayalah kepada Yesus”.
- Setelah jemaat memoleskan abu, masing-masing berdoa di tempat duduk untuk mengungkapkan keberserahan kepada Allah.
- Pemolesan abu diiringi pujian
GB 167:1-2 “Hanya Debulah Aku” Syair: Cosmas Margono 1980, revisi Tim Puji Syukur 1992 Lagu: Cosmas Margono 1980.
- DOA SYAFAAT
- PERSEMBAHAN : Roma 6:13
MJ : “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran..”
Pujian : Bagi Yesus Kuserahkan (KJ. 363:1-3)
1) Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya;
hati dan perbuatanku, pun waktuku milikNya.
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.
2) Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya;
mataku memandang Yesus; yang kupuji Dialah!
Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!
Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!
3) Ya, sejak kupandang Yesus, kutinggalkan dosaku;
pada Dia ‘ku terpaut, Dia Jurus’lamatku.
Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.
Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.
(Jemaat berdiri)
MJ : Doa Persembahan
Ya Allah, pada awal Masa Pra-Paskah ini, seluruh umat-Mu mempersembah-kan kurban ini kepada-Mu. Semoga kami mengekang keinginan jahat dengan usaha tobat dan karya cinta kasih, dan setelah dibersihkan dari dosa-dosa, buatlah kami pantas merayakan kenangan akan sengsara Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin
- PENGUTUSAN
Pujian jemaat : Yesus Menginginkan Daku (KJ. 424:1, 3)
1) Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Refrein : Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
3) Ku mohon Yesus menolong menjaga hatiku.
agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku. Reff…
Pdt : Marilah kita jalani Masa Pra Paskah ini dengan menjaga hidup kita, berkenan kepada Allah. Kita meneladani Yesus Kristus yang rela mati bagi kita. Kita mau berbagi dengan sesama, terlebih marilah kita saling mengasihi dan mendoakan sebagai umat Allah dalam hidup sehari-hari. Roh Kudus senantiasa menguatkan dan menopang kita. Sekarang arahkanlah hati kepada Tuhan dan terimalah berkat-Nya.
- BERKAT
Pdt : Menyampaikan berkat
Jemaat : Hosiana (5x) Amin (3x)
PETUGAS IBADAH RABU ABU, 14 FEBRUARI 2024
MAJELIS JEMAAT
| 1. Pnt. I Made Kertiyana |
| 2. Pnt. Dermawan Waruwu |
| 3. Pnt. Gusti Ayu Kadek Yeni S. |
| 4. Dkn. Putu Ayu Trisna Ari S. |
| 5. Dkn. Elina Hapsari Purnawati |
| 6. Dkn. Ni Made Setiawati |
| 7. Pnj. Ririn Eka Creseriana |
| 8. Pnj. Tuary Shinta R. Sitompul |
| 9. Pnj. Domu Wardji |
| 10. MAJELIS PENATUA |
| 11. MAJELIS PENGINJIL |
| 12. MAJELIS DIAKEN |
