Skip to main content

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI

Nomor : 48/V/30/11/2025

LITURGI MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 HARI MINGGU I DALAM MASA ADVENT & SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS

~ Awal Tahun Gereja ~

(warna liturgi : ungu)

 

Tema :

Menjadi Gereja Pembawa Damai Sub Tema :

Terang Kristus Menyembuhkan dan Memberi Sukacita Bagi Dunia yang Terluka (Bdk. Maleakhi 4:2)”

Kebaktian I (Pk. 07.00) :
Pdt. Tini Sandra Turalaki, S.Si., Teol

Kebaktian II (Pk. 10.00) :
Bishop Em. Drs. I Wayan Sudira Husada, MM

Kebaktian III (Pk. 18.00):
Pdt. I Putu Yosia Yogiarta, ST., M.Th

Kerumah-Rumah :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th & Pdt. I Putu Yosia Yogiarta, ST., M.Th

Persiapan Jemaat                                   : Doa pribadi Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat

Pemandu Pujian, dan Organis             : Doa bersama di Konsistori


Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,

Majelis Jemaat yang bertugas keluar dari Konsistori menyalakan lilin Theophany di meja Perjamuan Kudus sebelum ibadah sebagai lambang kehadiran / penyataan / penampakan Allah.

  1. PANGGILAN BERIBADAH

Majelis:

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, kenyataan hidup terka-dang membuat kita tertegun. Rupa-rupa penderitaan dan ketid-akadilan membuat kita bertanya: “Di manakah Allah? Apakah Ia mendengar keluh kesah dan doa-doa kita?” Saudaraku, sesungguhnya, Allah kita adalah Allah yang peduli. Ia bukan hanya Allah yang berdiam di sorga maha tinggi. Tapi Ia juga hadir di bumi dan Dia tidak pernah meninggalkan kita seorang diri.

Hari ini, kita telah memasuki Minggu Advent yang pertama, di mana kita diajak untuk merenungkan kehadiran kasih Allah sembari men-elisik diri dan masuk dalam pertobatan pribadi. Mari kita menyong-song kehadiranNya dengan menaikkan pujian:

 

Pujian  : Allah Bapa Tuhan (KJ. 13:1-2, 4)

  1. Allah Bapa, Tuhan, dimuliakanlah namaMu!
    Allah Bapa, Tuhan, dimuliakanlah namaMu!
    Langit bumi ciptaanMu, kamipun
    anak-anakMu. Datanglah dengan kasihMu!

  2. Pria : Yesus Kristus, Tuhan,
    Wanita : yang membawa kes’lamatan,
    Pria : Yesus Kristus, Tuhan,
    Wanita : yang membawa kes’lamatan,
    Wanita : Lahir dalam dunia ini, mati tapi bangkit lagi,
    Pria : Kaulah Jurus’lamat kami!
  3. Allah kami Yang Esa, Bapa, Putra dan Roh Kudus,
    Allah kami Yang Esa, Bapa, Putra dan Roh Kudus,
    Kami datang menyembahMu, memasyhurkan kuasaMu.
    Puji syukur kepadaMu!

Prosesi Pembawa Alkitab diikuti Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah

2. VOTUM DAN SALAM

Pendeta :

Sidang Jemaat : Tuhan hadir ditengah-tengah kita. Marilah kita merendahkan diri dihadapan-Nya dan mengaku dengan bersama-sama mengucapkan :

Bersama :
Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.

Pendeta :
Salam sejahtera dari Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, kepada Saudara.

Jemaat :
(disambut dengan mengangkat tangan kanan sambil berucap)
Salam sejahtera bagi Saudara juga.

Bersama :
menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . .

A ……………………………. min

(Jemaat duduk kembali)

3.INTROITUS : Zakharia 9:9b (TB2)

"Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya
(membawa keselamatan).""

Pujian : Kusongsong Bagaimana (KJ. 85:1, 3, 5)

  1. Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datangMu?
    Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!
    Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
    Supaya kuyakini tujuan janjiMu.

3. Betapa Kau berkorban hendak menghiburku di
kala ‘ku di jurang sengsara kemelut.
Kau datang, Jurus’lamat dengan sejahtera:
Keluh-kesahku tamat dan hatiku cerah.

5. Sebabnya Kautinggalkan takhtaMu yang megah,
kasihMulah belaka terhadap dunia.
Kau rela menderita sengsara dan cela,
Segala dukacita dengan manusia.

4. DOA BERKAT ANAK SEKOLAH MINGGU

5.

PEMBACAAN MAZMUR MINGGU : Mazmur 24 (TB2)

Majelis :
1 TUHANlah yang mempunyai bumi serta segala isinya,

Jemaat :
dan dunia serta semua penghuninya.

Majelis : :
2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan

Jemaat :
 dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

Majelis :
3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?

Jemaat :
Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”

 

Majelis :
4 Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

Jemaat :
yang tidak menyerahkan dirinya kepada yang semu, dan yang tidak bersumpah palsu.

Majelis :
5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN

Jemaat :
dan keadilan dari Allah Penyelamatnya.

Majelis :
6 Inilah rombongan orang yang menanyakan Dia,

Jemaat :
yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Majelis :
Haleluya!

Jemaat :
Amin.

6. DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA

Pdt/PL :

Jemaat yang dikasihi Tuhan, masa Advent, adalah masa di mana kita diundang untuk melakukan koreksi diri. Sambil me-renungkan kasih Tuhan yang menopang hidup kita hingga saat ini, mari kita nyatakan penyesalan dan pertobatan kita dengan sungguh-sungguh dihadapannya. Mari kita berdoa:

Ya Bapa kami yang di sorga. Engkau maha kasih dan maha mu-rah. Berkat-Mu melimpah-ruah. Engkau tidak pernah jemu men-jawab doa dan kerinduan kami dan tidak pernah terlambat se-detik pun menolong kami. Terima kasih atas anugerah-Mu yang Kau nyatakan bagi kami.

Para Ibu  :
Tuhan, Sang Ibu yang Maha Lembut. Engkau wujud kasih Maha Kuat, dalam kelembutan cinta-Mu atas kami. Teladan kelemahlembutan telah kami terima dari-Mu melalui Putra-Mu Yesus Kristus, namun ampunilah kami, karena di dalam keluarga kami sering menjadi ibu yang banyak bicara dan tajam berkata-kata. Tidak jarang kami melukai orang-orang yang kami kasihi, suami, anak, mertua, menantu, dan saudara kami. Ampunilah kami ya Tuhan.

Pendeta  :
Ya Tuhan Allah kami, kesibukan kami mempersiapkan masa de-pan, dengan kegiatan ‘tak kenal waktu, telah membuat kami ser-ing lalai menjumpai-Mu Bapa, perhatian kami hanya tertuju un-tuk kebutuhan hidup, giat untuk kerja, karya dan usaha sendiri, sehingga kami sering meninggalkan persekutuan kami dan mengabaikan waktu-waktu ibadah kami dengan-Mu. Ampunilah kami ya, Tuhan.

Para Ayah :
Sebagai kepala keluarga, kami mengendalikan kemudi rumah tangga dengan pikiran dan kemauan kami sendiri. kami ingin dihormati, kami ingin dihargai, pendapat kami sering mendomi-nasi. Tidak jarang kami memakai kata-kata yang kasar dan keras untuk mengarahkan istri, anak, bahkan juga terhadap saudara dan orang lain. Banyak hati telah terluka oleh sikap, ketid-akmampuan kami menjadi teladan, dan perkataan kami, kasi-hanilah kami ya Bapa Sang Pengampun.

Anak (Remaja, Pemuda/i):
Sebagai anak, kami selalu menyakiti hati orangtua kami, mem
bantah terhadap kakek dan nenek kami, bertengkar dengan saudara kami, dan tidak mau berbagi. Kami sering menolak un-tuk menolong orangtua kami saat mereka membutuhkan perto-longan kami. Kami sering tidak mau berbagi mainan dengan adik dan kakak kami, dan lebih sering bertengkar atau membuat mereka menangis ya, Tuhan. Di hadapanMu kami mengaku kesalahan kami, dan memohon pengampunanMu.

Semua  :
Dihadapan-Mu kami mengaku, ya Tuhan Allah sumber segala berkat dan sumber kebahagiaan kami. Engkau telah menyatakan janji-Mu bahwa Engkau akan datang kembali. Dalam rangka me-nanti penggenapan janji-Mu, kami dipanggil untuk berjaga, berdoa dan taat mengikut-Mu. Ampunilah segala pelanggaran kami, dan baharuilah kembali hidup kami, kiranya kasih-Mu me-neguhkan penantian kami. Amin.

Jemaat Menyanyi :“Bapa Yang Kekal”

  1.  

Kasih yang sempurna
Telah kut’rima dariMu
Bukan kar’na kebaikanku

Hanya oleh kasih karuniaMu
Kau pulihkan aku, layakkanku
Tuk dapat memanggilMu, Bapa

Kau b’ri yang kupinta
Saat kumencari kumendapatkan
Kuketuk pintuMu dan Kau bukakan
S’bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal
Tak kan Kau biarkan

Aku melangkah hanya sendirian
Kau selalu ada bagiku
S’bab Kau Bapaku
Bapa yang kekal.

 

 

7. BERITA ANUGERAH : Yeremia 3:34b (TB2)

Pendeta :

Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah irman TUHAN, karena Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat lagi dosa-dosa mereka.”

Jemaat  :
menyambut dengan berdiri dan saling bersalaman sambil berkata

“Tuhan mengasihi dan mengampuni kita”

8. PEMBACAAN HUKUM TUHAN : Markus 12:29-31 (TB2) – dibaca bersama-sama

Pendeta :

12:29 Jawab Yesus: “Perintah yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 12:31 Perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti diri-mu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini.”

Pujian :

FirmanMu ‘Ku Pegang Selalu (PKJ. 255)

FirmanMu kupegang selalu,
saat duka saat senang.
Jalan hidup yang akan datang
tangan Tuhan yang memegang.
Pencobaan menghimpit aku
dan menjadi keluhanku,
firmanMu kupegang selalu,
sayapMu tempat berteduh.
FirmanMu, Tuhan, kupegang s’lalu.
Hilanglah keraguanku!
Bila hatiku rasa susah,
padaMu aku berserah,
firmanMu kupegang selalu,
maka amanlah jiwaku.

9.  PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

  1. Doa untuk Pembacaan Firman Tuhan
  2. Pembacaan Firman :
    Roma 13:8-12 “Kasih Menggenapi Hukum Tau-rat” (TB2)

    13:8 Janganlah kamu berutang apa-apa kepada siapa pun, kecuali kasih kepada satu sama lain. Sebab, siapa saja yang mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    13:9 Sebab, perintah berikut, “Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini,” dan perintah lainnya, sudah tersimpul dalam irman ini, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

    13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

    13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab, sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita daripada waktu kita menjadi percaya.

    13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan per-lengkapan senjata terang!

(diakhiri dengan sahutan/pujian Haleluya 3X)

c. Khotbah

d. Saat teduh

  • Pujian : VG. Cantate Domino “Pujilah Tuhan Hai Jiwaku” – Ibadah I
  • Pujian : PS. Talita Kum “Biarpun Gunung Beranjak” – Ibadah II

(Jemaat berdiri)

10. PENGAKUAN IMAN RASULI

(Jemaat duduk kembali)

11. PELAYANAN SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS

a. Penetapan Perjamuan Kudus
Saudara-saudara yang kekasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, Perjamuan Kudus yang segera akan kita rayakan ini kita laksanakan berdasarkan perintah dari Tuhan Yesus sendiri, seperti yang diwartakan kepada kita dalam 1 Kor. 11:23-26: ”Apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: ”Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berka-ta: ”Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

b. Arti Perjamuan Kudus
Sakramen Perjamuan Kudus adalah anugerah Allah yang merupakan tanda persekutuan antara Tuhan Yesus dan orang – orang yang menjadi milik-Nya. Sakramen Perjamuan Kudus adalah tindakan untuk memperingati, mengha-yati, dan memberitakan kematian Yesus Kristus di kayu salib sebagai karya Allah menebus dosa manusia dan menyelamatkan dunia (Mat 26:26-29, Mark 14:22-25, Luk 22:14-20, 1 Kor 11:23-26).

c. Persiapan Diri
Saudara-saudara, Tuhan Yesus telah mengundang kita untuk turut ambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Kita diminta untuk tidak secara semba-rangan menerima Perjamuan Tuhan. Sebab itu marilah kita terlebih dahulu teduh sejenak untuk menghayati karya penyelamatan Tuhan atas diri kita masing-masing, agar perjamuan Kudus ini benar-benar menjadi berkat bagi kita.

(Dalam saat teduh ini Pendeta turun dari mimbar, pengiring pujian menyanyikan dalam kelembutan pujian : ”Wenten Rah Suci Mamuncrat – KP.

Bait 1 :
Wenten Rah Suci mamuncrat
ring gunung Golgota
Inggih erah Sang Hyang Yesus
Ne ngicalang dosa
Ne ngicalang dosa
Inggih erah Sang Hyang Yesus
Ne ngicalang dosa

Bait 2 :
Duh panebus erah Ratu
Wiakti kantun sidi
Kantun kwasa mrasta dosa
Tur nyuciang manah
Tur nyuciang manah
Kantun kwasa mrasta dosa
Tur nyuciang manah

 

d. Di Meja Perjamuan Kudus Tuhan
(Tutup sarana Perjamuan Kudus dibuka oleh Majelis Jemaat)
Pendeta :
(Mengambil roti dan sambil memecah-mecahkan berkata:) Tuhan Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: ”Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; per-buatlah ini menjadi peringatan akan Aku”.

(Mengangkat cawan anggur dan sambil menuangkan anggur ke dalam gelas kecil berkata:)

Demikianlah juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan: ”Ia berkata: ”Cawan ini adalah perjanjian Baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

(Menyerahkan piring roti dan anggur kepada Majelis Jemaat yang bertugas untuk diteruskan kepada jemaat. Diiringi instru-men :

KP. 12 : 1-2 “Wenten Rah Suci Mamuncrat”
(Setelah piring kembali semuanya, pendeta mengundang jemaat berdiri)

Pendeta :
Angkatlah roti pada tangan saudara, makanlah sambil mengingat dan percaya bahwa tubuh Kristus telah dipecah-pecahkan menjadi jalan pengampunan dosa-dosa kita.

Angkatlah anggur pada tangan saudara, minumlah sambil mengingat dan percaya bahwa darah Kristus telah dicu-rahkan sebagai jalan penyucian kita dari segala dosa.

Teduh sejenak sambil menyanyikan : Haleluya 12X

(Majelis menutup Meja Perjamuan Kudus)

(Jemaat berdiri)

  • Doa Syukur (oleh seorang penatua)
    Terimakasih Tuhan, kami sudah Tuhan perkenankan untuk sekali lagi mengingat cinta kasih Tuhan yang tak terukur itu. Engkau telah datang ke dunia karena Engkau tidak sampai hati melihat kami binasa.
    Karya penyelamatan-Mu yang tampak nyata pada salib Kristus sungguh menyatakan keajaiban kasih-Mu. Terimakasih Tuhan karena kami sudah Tuhan selamatkan dan lepaskan dari hukuman dosa yang sangat mengeri-kan itu. Hidup yang kekal telah Engkau berikan kepada kami dengan cuma-cuma, terpujilah nama-Mu Tuhan! Amin!

(Jemaat tetap berdiri dan secara teratur membawa persembahan khusus ke tempat yang telah disiapkan sambil menyanyi “Bukan Dengan Barang Fana”. Sementara jemaat menyanyi, pendeta kembali ke mimbar.)

Bukan dengan barang fana
Kau membayar dosaku
Dengan darah yang mahal
Tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak
Kau menebus diriku
Oleh segenap kasih dan pengorbananMu
Ku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama
semuanya sia-sia dan tak berarti lagi
hidup ini kuletakkan pada mezbahMu ya Tuhan
jadilah padaku seperti yang Kau ingini

 

12. WARTA JEMAAT

13. DOA SYAFAAT

14. PERSEMBAHAN : Matius 5:23-24 (TB2)

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat bahwa saudaramu sakit hati terhadap engkau, 5:24 tinggal-kanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Pujian : Angkatlah Hatimu Pada Tuhan (PKJ. 4:1-dst)

1.  Angkatlah hatimu pada Tuhan,
bunyikan kecapi dan menari.
Jangan lupa bawa persembahan.
Mari kawan, Ajak teman
bersama menyembah.

Reff:
Sorak-sorak, sorak Haleluya!
Mari, mari, mari, nyanyilah
Pujilah Tuhan yang Mahakudus.
Mari kawan, ajak teman
bernyanyilah terus.

2.  Janganlah mengaku anak Tuhan
Jika engkau mengeraskan hati
Jadilah pelaku firman Tuhan
Mari kawan, ajak teman
bersama menyembah. Reff:

(Jemaat berdiri)

  1. DOA PERSEMBAHAN

15.  PUJIAN : Perintah Baru (PKJ. 275:1)

1.  Perintah baru kuberi padamu, agar diantara kamu
saling mengasihi sama seperti Aku mengasihimu,
sehingga orang akan tahu engkau muridKu, jikalau saling mengasihi.
Sehingga orang akan tahu engkau muridKu, jikalau saling mengasihi.

15. PENGUTUSAN/BERKAT

Pendeta : 

Jemaat :
Haleluya (5X), Amin (3X)

 

16.PROSESI PULANG : Musik instrumental

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.