Skip to main content

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI

Nomor : 43/IV/26/10/2025

HARI MINGGU XIX SESUDAH TRINITATIS &

PEMBUKAAN BULAN SYUKUR HUT KE-94 GKPB

(warna liturgi : merah)

Tema GKPB :

Menjadi Gereja Pembawa Damai

Sub Tema : “Mewujudkan Kerajaan Allah Yang Mendamaikan Dan Memulihkan”

(Bdk. Lukas 17:21b)

Kebaktian I (Pk. 07.00) :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th

Kebaktian II (Pk. 10.00) :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th

Kebaktian III (Pk. 18.00):
Pdt. I Putu Yosia Yogiartha, ST., M.Th

Persiapan Jemaat                                   : Doa pribadi Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat

Pemandu Pujian, dan Organis             : Doa bersama di Konsistori


Majelis Jemaat yang bertugas keluar dari Konsistori menyalakan lilin teofani di meja Perjamuan Kudus sebelum ibadah sebagai lambang kehadiran / penyataan / penampakan Allah.

Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,

  1. PANGGILAN BERIBADAH

    MJ:
    Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, bahwasanya untuk
    selamanya kasih setia-Nya!

    Jemaat :
    KAMI RINDU MERAYAKAN KASIH SETIA-NYA, YANG HADIR DI SETIAP
    MUSIM KEHIDUPAN.

    MJ:
    Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-
    Nya yang kuat!

    Jemaat :
    KAMI RINDU MERAYAKAN KARYA KESELAMATAN-NYA, YANG
    MENGHADIRKAN PERSEKUTUAN DALAM GEREJA.

    MJ:
    Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-
    Nya dengan sorak-sorai!

    Jemaat :
    KAMI RINDU MERAYAKAN KEHADIRANNYA, DALAM HATI YANG
    MERENDAH DAN MENYEMBAH.


    Pujian : TUHAN ALLAH HADIR (KJ. 17:1-2)

    1) Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud di sini.
    Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
    Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.

    2) Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang-malam.
    “Suci, suci, suci” untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
    Ya Allah, t’rimalah pujian jemaat beserta malaikat.

Prosesi Pembawa Alkitab diikuti Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah 

2. VOTUM DAN SALAM

Pendeta :
Sidang Jemaat, Tuhan hadir ditengah-tengah ibadah pembukaan
bulan syukur HUT ke-94 GKPB. Marilah kita merendahkan diri dihadapan-Nya dan mengaku dengan bersama-sama mengucapkan :

Bersama :
Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan
bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.

Pendeta :
Salam sejahtera dari Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus
dan Roh Kudus, kepada Saudara.

Jemaat :
(disambut dengan mengangkat tangan kanan sambil berucap)

Salam sejahtera bagi Saudara juga.

Bersama :
menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . .

A ……………………………. min

(Jemaat duduk kembali)

3.INTROITUS : Yeremia 17:14 (TB2)
Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah puji-pujianku! 

Pujian : DI SAAT INI KUANGKAT TEMBANG (PKJ. 219:1-2)

1.  Di saat ini kuangkat tembang,
kuangkat tembang bagi Yesus.
Di saat ini kuucap syukur,
kuucap syukur padaNya.
Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau,
kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.

2.  Di saat ini ‘ku datang, Tuhan,
‘ku datang bersujud padaMu.
Di saat ini Engkau kusembah,
Engkau kusembah ya Tuhan.
Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau,
kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.

4. DOA BERKAT ANAK SEKOLAH MINGGU (Ibadah I, II)

5. PEMBACAAN MAZMUR MINGGU : Mazmur 32:1-5, 10-11 (TB2)

MJ :
1 Dari Daud. Nyanyian Pengajaran. Berbahagialah orang yang diam- puni pelanggarannya,

Jemaat :
yang dosanya ditutupi!

MJ :
2 Berbahagialah manusia,

Jemaat :
yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

MJ :
3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu

Jemaat :
karena aku mengeluh sepanjang hari;

MJ :
4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat,

Jemaat :
sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas.

MJ :
5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu

Jemaat :
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;

MJ :
aku berkata: “Aku mengakui pelanggaran-pelanggaranku kepada TUHAN,”

Jemaat :
dan Engkau telah mengangkat beban dosaku.

MJ :
10 Banyak kesakitan diderita orang fasik,

Jemaat :
tetapi orang yang percaya kepada TUHAN akan dikelilingi kasih setia.

MJ :
11 Bersukacitalah dalam TUHAN

Jemaat :
dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai semua yang tulus hati!

MJ :
Haleluya!

Jemaat :
Amin.

6. DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA

Pendeta :
Saudara-saudara, Firman Tuhan menegaskan bahwa, Jika kita ber- kata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Mari dengan penuh keren- dahan hati dan dalam ketulusan mengaku dosa kita masing-masing.

Jemaat :
AMPUNI DAN KASIHANILAH AKU YA TUHAN.

Pendeta :
Ya Allah Sang Sumber Cinta, melalui kehidupan anak-Mu Yesus Kristus, Engkau meninggalkan teladan bagi kami untuk membina kehidupan yang rukun di bumi. Namun oleh karena dosa, kadang sikap kami menciderai kehidupan bersama: pada saat kami merasa diri sendiri lebih baik dan utama dibanding orang lain, sehingga merendahkan sesama karena mereka berbeda.

Jemaat :
AMPUNI DAN KASIHANILAH AKU YA TUHAN.

Pendeta :
Ya Tuhan Sang Sumber Damai, ampuni kami ketika kami enggan untuk berjalan bersama, karena merasa lebih bebas ketika berjalan sendiri; karena komitmen untuk berjalan bersama kami anggap memperlambat gerak perjalanan.

Jemaat :
AMPUNI DAN KASIHANILAH AKU YA TUHAN.

Pendeta :
Ya Kristus Sang Kepala Gereja, melalui karya Roh Kudus yang mempersatukan, Engkau memanggil kami sebagai gereja untuk mengasihi sesama dan seluruh ciptaan-Mu. Namun oleh karena dosa, kadang kami mengabaikan misi Kerajaan Allah ini. Saat Engkau memanggil kami untuk bersolidaritas, dengan menyambut setiap orang ke dalam rumah-Mu, kami enggan menerima mereka yang tersisih.

Jemaat :
AMPUNI DAN KASIHANILAH AKU YA TUHAN.

Bersama :
Ya Tuhan, pada-Mu ada kasih dan pengampunan, kasihanilah kami ya Tuhan menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.

Jemaat Menyanyi : Duh Ratu Widin Titiang (KP. 23) – 2X

1. Duh Ratu Widin titiang Sang Roh Suci
Dumadak ja tumurun ring manah tiang
Basmi leteh manah titiang Icen ja urip
suci bayu anyar.

7. BERITA ANUGERAH : Yohanes 4:10 (TB2)

Pendeta :

Allah tidak membiarkan kita terombang-ambing oleh tantangan jaman. Kasih dan penyertaan-Nya yang kekal menuntun dan menopang kita. Dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian, Dia hadir membersamai kita melalui relasi cinta kasih-Nya yang mendamaikan dan memulihkan. Kristus adalah anugerah paling sempurna sebagai perwujudan relasi Allah yang kekal kepada umat

-Nya. Sebagaimana tertulis dalam Yohanes 3:16 (TB2) “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Demikianlah berita pengampunan dari Tuhan atas dasar belas kasihan Tuhan saja di dalam Nama Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Jemaat  :
menyambut dengan berdiri dan saling bersalaman sambil berkata

“Tuhan mengasihi dan mengampuni kita”

8. PEMBACAAN HUKUM TUHAN : Matius 22:37-40 (TB2)

Pendeta :
Jawab Yesus kepadanya, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia sep- erti dirimu sendiri. Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Pujian : KITA SATU DI DALAM TUHAN (KJ. 256:1, 3)

1. Kita satu di dalam Tuhan, satu G’reja yang esa.
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya.
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya.

3) Tuhan s’lalu memelihara s’luruh alam semesta,
Kita pun disuruhNya juga, menyatakan kasihNya.
Kita pun disuruhNya juga, menyatakan kasihNya.

9.  PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

  1. Doa untuk Pembacaan Firman Tuhan
  2. Pembacaan Firman : Yohanes 5:1-16 “Penyembuhan Pada Hari Sabat Di Kolam Betesda” (TB2)

5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Ye- rusalem.

5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang da- lam bahasa Ibrani disebut Betesda. Ada lima serambinya

5:3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. [Mereka menantikan guncangan air kolam itu.

5:4 Sebab, sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan mengguncangkan air itu. Siapa saja yang pertama masuk ke dalamnya sesudah guncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun penyakitnya.]

5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ, dan karena Ia tahu bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya,

“Maukah engkau sembuh?”

5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya, “Tuan, aku tidak punya siapa-siapa untuk menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai tergun- cang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

5:8 Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalan- lah.”

5:9 Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tikarnya dan berjalan. Hari itu hari Sabat.

5:10 Karena itu, para pemuka Yahudi berkata kepada orang yang baru sem- buh itu, “Hari ini hari Sabat dan engkau tidak boleh mengangkat tikarmu.”

5:11 Tetapi, ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tikarmu dan berjalanlah.”

5:12 Mereka bertanya kepadanya, “Siapakah orang itu yang berkata kepa- damu: Angkatlah tikarmu dan berjalanlah?”

5:13 Namun, orang yang baru disembuhkan itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tem- pat itu.

5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya, “Ingat, engkau telah sembuh. Jangan berbuat dosa lagi, supaya jangan terjadi yang lebih buruk lagi padamu.”

5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada para pemuka Yahudi bah- wa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.

5:16 Karena itu, para pemuka Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

(diakhiri dengan sahutan/pujian Haleluya 3X)

c. Khotbah

d. Saat teduh

  • Pujian : PS. Talita Kum “Pujilah Allah Di Tempat KudusNya” – Ibadah II

(Jemaat berdiri)

10. PENGAKUAN IMAN RASULI

(Jemaat duduk kembali)

11. PEMBUKAAN BULAN SYUKUR HUT KE-94 GKPB – Ibadah I

Pendeta :
GKPB telah melewati berbagai peristiwa dalam kurun waktu 94 tahun. Kita pun turut merasakan bagaimana Tuhan menuntun gerak pelayanan GKPB sehingga tidak mudah tergulung oleh om- bak dunia ini. Sebagaimana janji Tuhan melalui
irman-Nya “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan meno- long engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan- Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10-TB2). Bersama dengan-Nya, kita dimampukan untuk mewartakan kemuliaan-Nya seiring dengan kasih penyertaan-Nya yang mendamaikan dan memulihkan melalui derap langkah menyongsong satu abad GKPB. Mari kita nyatakan semangat dan komitmen memasuki bu- lan syukur HUT ke – 94 GKPB dengan bersama-sama mengucap- kan.

Bersama :
Kami siap menjadi pembawa damai sejahtera Allah dan bersama- sama mewujudkan Kerajaan Allah yang memulihkan dan men- damaikan!

Pendeta :
Bulan Syukur HUT ke-94 GKPB di buka di dalam nama Allah Tri- tunggal: Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Amin

(Jemaat berdiri dan bergandengan tangan sambil bersama menyanyikan KJ. 249 : 1 – 2 sebagai tanda pembukaan Bulan Syukur HUT ke – 94 GKPB dan sikap komitmen berjalan bersama mewujudkan Kerajaan Allah di tengah kehidupan bergereja.)

Jemaat  : SERIKAT PERSAUDARAAN (KJ. 249 : 1-2)

  1. Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
    Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu.
    Bersama-sama majulah, dikuatkan iman,
    berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.
  2. Dan masing-masing kamu pun dib’ri anugerah,
    supaya kamu bertekun dan rajin bekerja.
    Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan
    jemaat menurut
    irmanNya berkasih-kasihan.

(Pendeta membagikan materi bulan syukur HUT ke-94 GKPB kepada perwakilan jemaat/kategorial)

12. WARTA JEMAAT

13. DOA SYAFAAT

14. PERSEMBAHAN :  I Tesalonika 5:16-18 (TB2) (oleh MJ)

5:16 Bersukacitalah senantiasa. 5:17 Tetaplah berdoa. 5:18 Ucapkanlah syukur da- lam segala hal. Sebab, itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Pujian : BAWA PERSEMBAHANMU (PKJ. 146:1-dst)

1.  Bawa persembahanmu dalam rumah Tuhan
dengan rela hatimu, janganlah jemu.
Bawa persembahanmu, bawa dengan suka. Reff:

2.  Rahmat Tuhan padamu tidak tertandingi
oleh apa saja pun dalam dunia.
Kasih dan karunia sudah kau terima. Reff:

3.  Persembahkan dirimu untuk Tuhan pakai
agar kerajaanNya makin nyatalah.
Damai dan sejahtera diberikan Tuhan. Reff:

(Jemaat berdiri)

  • DOA PERSEMBAHAN


15. PENGUTUSAN DAN BERKAT

Nyanyian : AKU TUHAN SEMESTA (PKJ. 177:1)

1.  Aku Tuhan semesta,
Jeritanmu Kudengar.
Kau di dunia yang gelap
‘Ku s’lamatkan.
Akulah Pencipta t’rang;
malam jadi benderang.
Siapakah utusanKu
membawa t’rang?

Reff:
Ini aku, utus aku!
Kudengar Engkau memanggilku.
Utus aku; tuntun aku;
‘Ku prihatin akan umatMu.

16. PENUTUP/BERKAT

Pendeta:
(mengucapkan kata-kata pengutusan yang disertai sebuah pesan yang diambil dari inti khotbah lalu mengucapkan berkat sambil mengendangkan tangan dan mengakhirinya dengan ucapan Hale-luya-Amin)

Jemaat:
(mengambil gesture tangan “nunas” (dengan posisi tangan kanan diatas), selesai berkat menyahut dengan pujian : Haleluya (5X), Amin (3X)

(Jemaattetapberdiri)

17. PROSESI PULANG: AKU TUHAN SEMESTA (PKJ.177:1)

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.