LITURGI MINGGU, 18 JULI 2021
(LITURGI PANDEMI COVID-19)
HARI MINGGU VII SESUDAH TRINITATIS
Dilayani oleh : Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th
Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.
~Kisah Para Rasul 17:27-28~
(Ayat bulan Juli 2021)
Persiapan Jemaat : Doa pribadi
Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat
Pemandu Pujian, dan Organis : Doa bersama di Konsistori
(jemaat diundang berdiri)
- NYANYIAN PEMBUKAAN : Tuhan Allah Hadir (KJ. 17:1-2)
1) Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud di sini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.
2) Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang-malam.
“Suci, suci, suci” untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t’rimalah pujian jemaat beserta malaikat.
- VOTUM DAN SALAM
Pdt/PF : Sidang jemaat, Tuhan berkenan hadir bagi kita. Sekarang kita berada dihadapan-Nya. Marilah kita merendahkan hati dihadapan-Nya dan mengaku bersama bahwa :
Pdt + Jem : “Pertolonganku datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya”.
Pdt/PF : “Salam sejahtera dari Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, kepada Saudara sekalian.”
Jemaat : Salam sejahtera bagi Saudara juga.
Bersama : menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . .
A . . . . . min
(Jemaat duduk kembali)
- INTROITUS : Efesus 2:19
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,
melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus
dan anggota-anggota keluarga Allah.
Jemaat menyanyi : Serikat Persaudaraan (KJ. 249:1,3)
1) Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, dikuatkan iman,
berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.
3) Dan masing-masing kamu pun dib’ri anugerah,
supaya kamu bertekun dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan
jemaat menurut firmanNya berkasih-kasihan.
- DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA
Pdt/PF : Doa Syukur dan Pengakuan dosa
Jemaat Menyanyi : SetiaMu, Tuhanku, Tiada Bertara (NKB. 34:1,3)
1) SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah, ‘Kaulah Pelindung abadi tetap.
Refrein : SetiaMu Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.
3) DamaiMu ‘Kau beri, dan pengampunan dan rasa kuatir pun hilang lenyap,
kar’na ‘ku tahu pada masa mendatang: Tuhan temanku di t’rang dan gelap. Reff…
- PEMBERITAAN FIRMAN
- Doa untuk Pembacaan Firman
- Pembacaan Firman : I Raja-Raja 17:1-16 “Elia di Tepi Sungai Kerit”
17:1 Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”
17:2 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:
17:3 “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
17:4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”
17:5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
17:6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
17:9 “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”
17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”
17:12 Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”
17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”
17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
- Khotbah
- Saat teduh
(Jemaat berdiri)
- PENGAKUAN IMAN RASULI
(Jemaat duduk kembali)
- DOA SYAFAAT
- PERSEMBAHAN SYUKUR
Jemaat Menyanyi : “Oh Betapa Indahnya”
Oh betapa indahnya dan betapa eloknya
Bila saudara seiman hidup dalam kesatuan
Bak urapan dikepala Harun
Yang kejanggut dan jubahnya turun
Seperti embun yang dari hermon
Mengalir kebukit Sion
Kesana tlah diprintahkan Tuhan
Agar berkat-berkat dicurahkan
Kehidupan untuk selamanya
Oh betapa indahnya
DOA PERSEMBAHAN
- NYANYIAN : Tiap Langkahku (NKB. 188:1)
1) Tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan kasihNya memimpinku.
Di tengah badai dunia menakutkan, hatiku tetap tenang teduh.
Refrein : Tiap langkahku ‘ku tahu yang Tuhan pimpin
ke tempat tinggi ‘ku dihantarnNya,
hingga sekali nanti aku tiba
di rumah Bapa sorga yang baka.
- BERKAT
Pendeta :
Jemaat Menyanyi : Haleluya 5X, Amin 3X
