GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
LITURGI IBADAH PENUTUPAN BULAN SYUKUR HUT KE-94 GKPB MINGGU, 16 NOVEMBER 2025
HARI MINGGU KE-2 SEBELUM AKHIR TAHUN GEREJA
(warna liturgi : merah)
Tema GKPB :
Menjadi Gereja Pembawa Damai
Sub Tema : “Mewujudkan Kerajaan Allah Yang Mendamaikan Dan Memulihkan”
(Bdk. Lukas 17:21b)
Kebaktian I (Pk. 07.00) :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th
Kebaktian II (Pk. 10.00) :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th
Kebaktian III (Pk. 18.00):
Pdt. I Putu Yosia Yogiartha, ST., M.Th
Persiapan Jemaat : Doa pribadi Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat
Pemandu Pujian, dan Organis : Doa bersama di Konsistori
Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,
Majelis Jemaat yang bertugas keluar dari Konsistori menyalakan lilin Theophany di meja Perjamuan Kudus sebelum ibadah sebagai lambang kehadiran / penyataan / penampakan Allah.
Majelis:
Jemaat yang terkasih di dalam Kristus, Hari ini kita bersama-sama merayakan kasih setia Tuhan yang telah memanggil dan mengutus kita sebagai gereja-Nya dengan tema “Menjadi Gereja Pembawa Damai” dengan sub tema “Mewujudkan Kerajaan Allah yang Mendamaikan dan Memulihkan.” Itu berarti di setiap perjumpaan, pelayanan, dan kesaksian, kita dipanggil untuk menghadirkan damai Kristus yang memulihkan dunia ini. Mari kita datang beribadah dengan hati yang penuh syukur, menyerahkan seluruh hidup kita hanya bagi kemuli-aan nama-Nya, dengan menyanyikan pujian
Pujian : MULIAKAN ALLAH BAPA (KJ. 242:1-3)
Prosesi Pembawa Alkitab diikuti Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah
2. VOTUM DAN SALAM
Pendeta :
Sidang Jemaat yang terkasih, pada hari ini kita bersyukur karena Tuhan yang setia telah memimpin Gereja Kristen Protestan di Bali selama 94 tahun. Dialah yang hadir ditengah-tengah kita. Marilah kita merendahkan diri di hadapan-Nya dan mengaku bersama-sama :
Bersama :
Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.
Pendeta :
Salam sejahtera dari Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, kepada Saudara.
Jemaat :
(disambut dengan mengangkat tangan kanan sambil berucap)
Salam sejahtera bagi Saudara juga.
Bersama :
menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . .
A ……………………………. min
(Jemaat duduk kembali)
3.INTROITUS : II Korintus 5:10a (TB2)
“Kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus"
Pujian : MULIA, MULIA NAMANYA (PKJ. 2:1-2)
1. Mulia, mulia namaNya.
Bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah!
Mulia, kekuasaanNya
Memb’ri berkat bagi jemaat,
Bersyukurlah!
2. Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus.
Dialah selamanya Sang Raja benar!
Mulia, mulia namaNya!
Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.
4. DOA BERKAT ANAK SEKOLAH MINGGU (Ibadah I, II)
5. PEMBACAAN MAZMUR MINGGU : Mazmur 50:1, 4-6, 14-15, 22 (TB2)
Majelis :
1 Yang Maha Kuasa, TUHAN Allah, berirman dan memanggil bumi,
Jemaat :
dari terbitnya matahari sampai terbenamnya.
Majelis :
4 Ia berseru kepada langit di atas,
Jemaat :
dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:
Majelis :
5 “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi,
Jemaat :
yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”
Majelis :
6 Langit memberitakan keadilan-Nya,
Jemaat :
sebab Allah sendirilah Hakim.
Majelis :
14 Persembahkanlah kurban syukur kepada Allah
Jemaat :
dan bayarlah nazarmu kepada Yang Maha Tinggi!
Majelis :
15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,
Jemaat :
Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.
Majelis :
22 Perhatikanlah ini, hai Kamu yang melupakan Allah;
Jemat :
supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.
Majelis :
Haleluya!
Jemaat :
Amin.
6. DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA
Pendeta :
Allah yang penuh kasih, pada hari ini kami datang dengan hati ber-syukur. Engkau telah menyertai perjalanan Gereja Kristen Protestan di Bali selama 94 tahun. Dalam suka dan duka, dalam pergumulan dan kemenangan, kasih dan kesetiaan-Mu tidak pernah berubah.
Jemaat :
Kami bersyukur karena Engkau tetap memelihara gereja-Mu, men-jadikannya terang dan garam di tanah Bali, serta menuntun kami untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Pendeta :
Tuhan, kami sadar bahwa kami dipanggil untuk menjadi gereja pem-bawa damai, mewujudkan Kerajaan Allah yang mendamaikan dan memulihkan. Namun seringkali kami lebih mementingkan diri sendiri, terjebak dalam perpecahan, dan gagal menghadirkan damai Kristus.
Jemaat :
Ampunilah kami ya Tuhan, ketika kami lebih sering mencari ke-hendak kami sendiri daripada kehendak-Mu; ketika kami menga-baikan panggilan-Mu untuk membangun perdamaian dan hidup se-bagai duta pemulihan-Mu.
Pendeta :
Dalam kelemahan kami, kami datang memohon belas kasihan-Mu. Janganlah menghukum kami setimpal dengan dosa kami, tetapi pulihkanlah kami dengan kasih karunia-Mu.
Jemaat :
Ya Tuhan, kasihanilah kami. Baharuilah hati kami agar hidup kami menjadi alat damai-Mu, sehingga melalui gereja ini, dunia boleh me-rasakan tanda-tanda hadirnya Kerajaan Allah.
Pendeta :
Inilah doa syukur dan pengakuan dosa kami. Demi Yesus Kristus, Sang Raja Damai, kami berdoa.
Jemaat :
Amin.
Jemaat Menyanyi : MESKI TAK LAYAK DIRIKU (KJ. 27:1-2,5)
1. Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darahMu
dan kar’na kau memanggilku, ‘ku datang, Yesus, padaMu.
2. Sebagaimana adanya jiwaku sungguh bercela,
DarahMulah pembasuhnya; ‘ku datang, Tuhan, padaMu.
3. Sebagaimana janjiMu menyambut dan membasuhku,
ya Anakdomba yang kudus, ‘ku datang kini padaMu.
7. BERITA ANUGERAH : Kolose 1:13-14 (TB2)
Pendeta :
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; 1:14 di dalam Dia kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa.
Jemaat :
menyambut dengan berdiri dan saling bersalaman sambil berkata
“Tuhan mengasihi dan mengampuni kita”
8. PEMBACAAN HUKUM TUHAN : Lukas 10:27 (TB2)
Pendeta :
Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia sep-erti dirimu sendiri.”
Pujian :
“HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN”
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b’ri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
9. PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
14:1 “Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.
14:2 Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.
14:3 Masakan Engkau menujukan pandangan-Mu kepada orang seperti itu, dan membawanya ke hadapan-Mu untuk diadili?
14:4 Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak!
14:5 Jika hari-harinya sudah pasti, jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya,
14:6 hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu darinya dan biarlah ia beristira-hat hingga ia dapat menikmato harinya seperti buruh upahan.
14:13 Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku sampai murka-Mu surut; juga menetapkan waktu bagiku dan mengingat aku!
14:15 Engkau akan memanggil, dan aku pun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu.
14:16 Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan mem-perhatikan dosaku;
14:17 pelanggaranku akan termeterai dalam pundi-pundi, dan kesalahanku Kaututupi rapat-rapat.
(diakhiri dengan sahutan/pujian Haleluya 3X)
c. Khotbah
d. Saat teduh
(Jemaat berdiri)
10. PENGAKUAN IMAN RASULI
(Jemaat duduk kembali)
11. PENUTUPAN HUT KE-94 GKPB – Ibadah I
Pujian : “DENGAR DAN LAKSANAKAN”
Dengar dan laksanakan panggilan Tuhan
Jadilah berkat dan terang
bangsa-bangsa
Membangun peradaban yang dijiwai kasih terhadap Tuhan
Sesama dan lingkungan
Bumi bersukacita dalam damai sejahtera
Bumi bersukacita dalam damai sejahtera
Pendeta : Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus,
Perayaan HUT GKPB yang ke-94 hari ini telah meneguhkan kita kembali bahwa Tuhan setia memimpin perjalanan gereja-Nya dari masa ke masa. Tema yang kita renungkan bersama, “Menjadi Ger-eja Pembawa Damai” dengan sub tema “Mewujudkan Kerajaan Al-lah Yang Mendamaikan Dan Memulihkan” mengingatkan kita bah-wa panggilan gereja tidak berhenti hanya pada perayaan ini, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana Yesus Kristus sendiri menyatakan, “Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Lukas 17:21b), maka setiap jemaat dipanggil untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah itu di keluarga, di masyarakat, di bangsa, bahkan di seluruh dunia. Kita dipanggil un-tuk menjadi pembawa damai, pemulih relasi yang retak, dan saksi Kristus yang menghadirkan kasih Allah yang menyelamatkan.
Marilah kita melanjutkan perjalanan gereja ini dengan penuh syukur dan tekad yang baru, agar GKPB semakin menjadi berkat bagi Bali, Indonesia, dan dunia.
Dengan ini, Bulan Syukur HUT ke- 94 GKPB ini ditutup di dalam nama Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus.
Jemaat :
Amin!
12. WARTA JEMAAT
13. DOA SYAFAAT
14. PERSEMBAHAN : II Korintus 8:12 (TB2)
Sebab, jika kamu rela untuk memberi, pemberianmu akan diterima, berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.
Pujian :
TABUR WAKTU PAGI (NKB. 208:1-dst)
(Jemaat berdiri)
DOA PERSEMBAHAN15. PENGUTUSAN DAN BERKAT
Nyanyian : ELINGANG PARAB HYANG YESUS (KP. 59:1)
15. PENUTUP/BERKAT
Pendeta :
Pergilah, jadilah gereja yang membawa damai, yang menghadir-kan tanda-tanda Kerajaan Allah di tengah keluarga, jemaat, masyarakat, bangsa, dan dunia. Biarlah hidup kita dipenuhi kasih yang mendamaikan, perdamaian yang memulihkan, dan pengharapan yang menguatkan, sehingga melalui GKPB yang te-lah berusia 94 tahun ini, nama Tuhan semakin dimuliakan dari sekarang sampai selama-lamanya.
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus, kiranya menyertai kita semua. Haleluya-Amin)
Jemaat :
(mengambil gesture tangan “nunas” (dengan posisi tangan kanan diatas), selesai berkat menyahut dengan pujian : Haleluya (5X), Amin (3X)
(Jemaat tetap berdiri)
16.PROSESI PULANG : ELINGANG PARAB HYANG YESUS (KP. 59:2)
Antuk parab Putran Ida
Sang Aji Maha Kuasa
Ngwentenang perjanjian langgeng
Genah jiwan iraga
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh