Skip to main content

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI

Nomor : 50/II/14/12/2025

LITURGI MINGGU, 14 DESEMBER 2025 HARI MINGGU III DALAM MASA ADVENT &

SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS ANAK-ANAK

(warna liturgi : ungu)

 

Tema :

Menjadi Gereja Pembawa Damai Sub Tema :

Terang Kristus Menyembuhkan dan Memberi Sukacita Bagi Dunia yang Terluka
(Bdk. Maleakhi 4:2)”

Kebaktian I (Pk. 07.00) :
Pdt. I Putu Yosia Yogiarta, ST., M.Th

Kebaktian II (Pk. 10.00) :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th

Kebaktian III (Pk. 18.00):
Pdt. I Putu Yosia Yogiarta, ST., M.Th

 

Persiapan Jemaat                                   : Doa pribadi Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat

Pemandu Pujian, dan Organis             : Doa bersama di Konsistori


Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,

Majelis Jemaat yang bertugas keluar dari Konsistori menyalakan lilin Theophany di meja Perjamuan Kudus sebelum ibadah sebagai lambang kehadiran / penyataan / penampakan Allah.

  1. PANGGILAN BERIBADAH

Majelis:

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, hari ini kita berkumpul di Minggu Advent ketiga, yang secara tradisi disebut sebagai Minggu Sukacita. Namun, pertanyaan yang mungkin menggema dalam hati kita adalah: bagaimana kita bisa bersukacita saat dunia di sekeliling kita masih mengerang dalam kesakitan, bencana, perpecahan, dan ketidakadilan? Bagaimana kita menemukan sukacita sejati saat hati kita sendiri mungkin terasa seperti ‘padang gurun’ yang kering dan tandus, menantikan oase kelegaan?

Hari ini, kita menyalakan lilin sukacita bukan sebagai penyangkalan atas realitas yang terluka itu. Sebaliknya, kita menyalakannya sebagai sebuah tindakan iman. Kita bersukacita karena kita berpegang pada janji Allah. Sukacita kita lahir dari pertobatan; dari keberanian untuk mengakui kerapuhan kita dan mempersiapkan jalan bagi kedatangan

-Nya di tengah-tengah padang gurun kehidupan kita. Sukacita Advent adalah sukacita yang berakar pada pengharapan teguh akan pemuli-han dan pendamaian yang dikerjakan oleh Kristus.

Maka, marilah kita mengarahkan seluruh hati dan jiwa kita kepada-Nya. Mari kita masuki ibadah ini dengan sukacita sambil memuliakan NamaNya :

Pujian : Mulia, Mulia NamaNya (PKJ. 2

  1. Mulia, mulia namaNya.
    Bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah!
    Mulia, kekuasaanNya
    Memb’ri berkat bagi jemaat,
    Bersyukurlah!

  2. Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus.
    Dialah selamanya Sang Raja benar!
    Mulia, mulia namaNya!
    Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.

Prosesi Pembawa Alkitab diikuti Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah

2. VOTUM DAN SALAM

Pendeta :
Jemaat sekalian, Tuhan berkenan hadir ditengah-tengah kita. Marilah kita merendahkan diri dihadapan-Nya dan mengaku dengan bersama-sama mengucapkan :

Bersama :
Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.

Pendeta :
Salam sejahtera dari Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, kepada Saudara.

Jemaat :
(disambut dengan mengangkat tangan kanan sambil berucap)
Salam sejahtera bagi Saudara juga.

Bersama :
menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . .

A ……………………………. min

(Jemaat duduk kembali)

3.INTROITUS : Yesaya 40:3,10 (TB2)

"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, Lihat, Tuhan ALLAH datang dengan kekuatan."

Pujian : O, Datanglah, Imanuel (KJ. 81:1,3)

1. O, datanglah, Imanuel, tebus umat-Mu Israel, yang
dalam berkeluh kesah menanti Penolongnya.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!

2. O Surya Pagi, datanglah dan jiwa kami hiburlah;
halaukanlah gelap seram bayangan maut yang kejam.
Bersoraklah hai Israel, menyambut Sang Imanuel!

4. DOA BERKAT ANAK SEKOLAH MINGGU  (Ibadah I & II)

5. PEMBACAAN MAZMUR MINGGU : Mazmur 85:2-8 (TB2)

Majelis :
2 Engkau telah berkenan pada tanah-Mu, ya TUHAN,

Jemaat :
telah memulihkan keadaan Yakub.

Majelis :
3
Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu,

Jemaat :
telah menutupi segala dosa mereka.

Majelis :
4  Engkau telah menyurutkan segala amarah-Mu,

Jemaat :
telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.

Majelis :
5 Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami,

Jemaat :
dan buanglah sakit hati-Mu kepada kami.

Majelis :
6  Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami

Jemaat :
dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?

Majelis :
7 Apakah Engkau tidak mau memulihkan hidup kami kembali,

Jemaat :
sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?

Majelis :
8 Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN,

Jemaat :
dan berikanlah kepada kami pertolongan-Mu!

MJ : Maranatha

Jemaat : Amin.

Jemaat :
Amin.

6. DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA

Pdt/PL :

Di padang gurun Yudea, Yohanes Pembaptis berseru dengan lan-tang kepada orang banyak yang datang kepadanya, “Hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan!”. Perhatikanlah, Yo-hanes tidak meminta mereka melakukan lebih banyak ritual keaga-maan atau mengucapkan janji-janji kosong. Ia menuntut perubahan yang nyata, yang terlihat dalam kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Kepada para pemungut cukai, ia berkata, “Jangan menagih lebih banyak.” Kepada para prajurit, ia berkata, “Jangan merampas dan jangan memeras.” Pertobatan yang sejati selalu berbuah keadi-lan dan belas kasihan.

Hari ini, seruan kenabian itu sampai kepada kita, Gereja di masa kini. Di hadapan takhta kasih karunia Allah, mari kita tidak hanya mengakui dosa-dosa pribadi kita, tetapi juga kegagalan kita sebagai sebuah komunitas umat percaya. Kita mengaku saat kita diam menyaksikan ketidakadilan merajalela. Kita mengaku saat kita lebih memilih kenyamanan zona aman kita daripada membela mereka yang terluka dan tersingkirkan. Kita mengaku saat kita belum sepenuhnya menjadi gereja pembawa damai karena kita sendiri turut menikmati sistem yang tidak adil dan melukai sesa-ma. Dengan kerendahan hati, mari kita bersama-sama memohon belas kasihan dan pengampunan Tuhan.

Semua  :

Ya Allah yang Maharahim, kami datang ke hadapan-Mu, mengakui bahwa kami seringkali gagal menghasilkan buah pertobatan. Kami mengaku bahwa seringkali kami lebih mementingkan diri sendiri, saat Engkau memanggil kami untuk berbagi. Kami mengaku telah berdiam diri, saat Engkau memanggil kami untuk menyuarakan kebenaran. Kami mengaku telah mengeraskan hati, saat Engkau memanggil kami untuk berbelas kasihan. Sebagai gereja-Mu, kami seringkali gagal menjadi pembawa damai-Mu di tengah dunia yang terluka. Ampunilah kami, ya Tuhan. Baharuilah kami oleh Roh-Mu, agar hidup kami dapat menjadi jalan yang lurus bagi kedatangan Putra-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Jemaat Menyanyi :

Di Muka Tuhan Yesus (KJ. 29:1-3)

  • Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku
    Ku bawa dosa dosaku di muka Tuhan Yesus
  • Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku Ku buka kerinduanku di muka Tuhan Yesus
  • Di muka Tuhan Yesus ku insaf akan salahku Bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus

 

7. BERITA ANUGERAH : Mazmur 85:2-3 (TB2)

Pendeta :

85:2-3 (TB2)
85:2 Engkau telah berkenan pada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub. 85:3 Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka.
(TB2)

Jemaat  :
menyambut dengan berdiri dan saling bersalaman sambil berkata

“Damai Tuhan Besertamu”

8. PEMBACAAN HUKUM TUHAN : Matius 22:37-40 (TB2) – dibaca bersama-sama

 – dibaca bersama-sama

Pendeta :

12:29 Jawab Yesus: “Perintah yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 12:31 Perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti diri-mu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini.”

Pujian :

“Sentuh Hatiku”

Betapa kumencintai
Segala yang t’lah terjadi

Tak pernah sendiri
jalani hidup ini Selalu menyertai

Betapa kumenyadari
Di dalam hidupku ini

Kau slalu memberi
rancangan terbaik
Oleh karena kasih

Bapa, sentuh hatiku

Ubah hidupku
menjadi yang baru
Bagai emas yang murni

Kau membentuk
bejana hatiku Bapa,
ajarku mengerti

Sebuah kasih

yang selalu memberi

Bagai air mengalir Yang tiada pernah berhenti

9.  PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

Lukas 3 : (1-2) 3-14 (15-17) 18 (19-20) “Yohanes Pembaptis” (TB2)

  1. 3:3 Lalu datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa,

    3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya, “Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan raya bagi-Nya.

    3:5 Setiap lembah akan ditimbun, setiap gunung dan bukit diratakan, yang berliku-liku diluruskan, yang berlekuk-lekuk dijadikan jalan rata,

    3:6  dan semua orang akan melihat keselamatan dari Allah.”

    3:7  Lalu ia berkata kepada orang banyak yang berdatangan untuk dibap-tis olehnya, “Hai Kamu keturunan ular berbisa! Siapakah yang mem-peringatkan kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan da-tang?

    3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Jangan mulai berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa leluhur kami! Ka-rena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”

    3:10 Orang banyak bertanya kepadanya, “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”

    3:11 Jawabnya kepada mereka “Siapa yang mempunyai dua helai baju, hen-daklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan siapa saja yang mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”

    3:12 Pemungut-pemungut cukai juga datang untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya, “Guru, apakah yang harus kami perbuat?”

    3:13 Jawabnya, “Jangan menagih lebih banyak daripada yang telah diten-tukan bagimu.”

    3:14 Prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya, “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka, “Jangan merampas dan jangan memeras siapa pun! Cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

    3:18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan kabar baik kepa-da orang banyak.

    (diakhiri dengan sahutan/pujian Haleluya 3X)

c. Khotbah

d. Saat teduh

  • Pujian : VG. PBKW ”Terimakasih Tuhan” – Ibadah I

  • Pujian : PS. Gloria ”Kedatangan Raja” – Ibadah II

(Jemaat berdiri)

10. PENGAKUAN IMAN RASULI

(Jemaat duduk kembali)

11. PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS KUDUS ANAK-ANAK – Ibadah II

  • Titah Baptisan
  • Keterangan mengenai Baptisan Anak-Anak
  • Arti dan Tanda Baptisan Anak-anak
  • Pertanyaan kepada Orang Tua Anak-Anak
  • Pelaksanaan Baptisan Anak-Anak
  • Doa dan Berkat
  1.  
  • Persembahan keluarga diiringi pujian : Berserah Kepada Yesus (KJ. 364:1, 3)
  • Berserah kepada Yesus tubuh, roh, dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.

Refrein : Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat,aku berserah!

 

12. WARTA JEMAAT

13. DOA SYAFAAT

14. PERSEMBAHAN : Matius 5:23-24 (TB2)

Marilah kita membawa persembahan syukur kita kepada Tuhan sebagai buah dari iman dan pertobatan kita. Ingatlah irman-Nya dalam 2 Korin-tus 9:7(TB2): “Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah men-gasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Pujian  : Di Sini Aku Bawa (PKJ. 147:1-dst)

1.  Di sini aku bawa, Tuhan,
persembahan hidupku, semoga berkenan.
Berapalah nilainya, Tuhan, dibandingkan
berkatMu yang t’lah Kau limpahkan.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!

2.  Tanganku yang kecil, ya Tuhan,
belum mencari makan sendiri, ya Tuhan.
Terimalah hatiku, Tuhan, menjadi
persembahan yang Tuhan perkenan.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!

3.  Kuingat firmanMu, ya Tuhan,
yang mengajarkan kami mengingat yang kecil:
Berkati semuanya, Tuhan, supaya
persembahan tetap mengalir t’rus.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!

(Jemaat berdiri)

  • DOA PERSEMBAHAN
  • Pujian  : Di Sini Aku Bawa (PKJ. 147:1-dst)

15. PUJIAN : Sang Hyang Yesus Nuntun Titiang (KP. 68:1)

1. Sang Hyang Yesus nuntun titiang, Sabdan Ida nitah titiang, Salamin pamargin titiang, Puji suksma katurang, Ida nuntun, Ida nuntun, antuk tangan sane kwasa, Titiang ngiring salaminnya, Rehning Ida sane nuntun

2. Ring masan titiange sedih, Ring masan titiange liang. Diastu padem diastu urip Pageh Sang Hyang Yesus nuntun. Ida nuntun, Ida nuntun, antuk tangan sane kwasa, Titiang ngiring salaminnya, Rehning Ida sane nuntun

15. PENGUTUSAN/BERKAT

Pendeta : 
Saudara-saudari, ibadah kita di dalam gedung gereja ini akan sege-ra berakhir, tetapi pelayanan kita di tengah dunia baru saja dimu-lai. Kita telah mendengar suara di padang gurun yang memanggil kita untuk bertobat dan menghasilkan buah. Kita telah diingatkan bahwa Terang Kristus datang untuk menyembuhkan dunia yang terluka. Sekarang, pergilah dari tempat ini bukan hanya sebagai orang-orang yang telah beribadah, tetapi sebagai Gereja yang diu-tus untuk menjadi pembawa damai.

Luruskanlah jalan yang bengkok di tempat kerjamu melalui integri-tas dan kejujuran. Ratakanlah tanah yang berbukit-bukit di masyarakatmu melalui kemurahan hati dan kepedulian kepada yang kecil. Jadilah agen penyembuh bagi mereka yang hatinya ter-luka dan jiwanya letih. Bawalah sukacita Advent yang sejati ini ke dalam dunia yang menantikannya. Pergilah, dan jadilah buah pertobatan yang hidup bagi kemuliaan nama-Nya! Sekarang ter-imalah berkatNya…

Jemaat :
Haleluya (5X), Amin (3X)

 

16.PROSESI PULANG : Sang Hyang Yesus Nuntun Titiang (KP. 68:2)

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.