LITURGI KAMIS PUTIH
(Pembasuhan Kaki & Perjamuan Kasih)
14 April 2022 pk. 19.00 wita
Pemimpin : Pdt. I Made Budiarsa, M.Si &
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th
Tema:
“Menjadi Gereja Pembawa Keadilan”
Sub Tema:
Yesus…Ingatlah Akan Aku di Dalam KeadilanMu!
Persiapan:
- Jemaat Memasuki ruang Ibadah, duduk dengan tenang dan berdoa secara pribadi, mempersiapkan diri mengikuti ibadah (lagu intrumentalia)
- Alat-alat pembasuhan kaki telah disiapkan di tempatnya
- Lonceng/gong dibunyikan 7 X disambut dengan pujian pembukaan
- Prosesi
(jemaat diundang berdiri)
- PANGGILAN BERIBADAH
MJ : Shalom saudaraku, saat ini kita merayakan Kamis Putih untuk mengenang dan memaknai peristiwa malam sebelum Kristus menderita dan wafat. Kita mengenang dengan kerendahan hati dan ketaatan Tuhan Yesus. Oleh karena itu mari muliakan Tuhan……
Pujian : Mulia, Mulia NamaNya (PKJ. 2) – dinyanyikan 2X
- VOTUM DAN SALAM
Pendeta : Jemaat sekalian, Tuhan berkenan hadir dalam persekutuan kita. Sekarang kita berada dihadapanNya. Marilah kita merendahkan diri dan mengaku dengan bersama-sama mengucapkan bahwa :
Bersama : Pertolonganku dalam Ibadah Kamis Putih ini datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.
Pendeta : Salam sejahtera dari Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus kepada saudara.
Jemaat : Salam sejahtera bagi saudara juga.
Bersama : 5 3 4 5 6 5 4 5 . .
A . . . . . min
- INTROITUS : Mazmur 111:4
Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikan peringatan,
Tuhan itu pengasih dan penyayang.
- DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA
- BERITA ANUGERAH : I Yohanes 1:9
Pendeta : Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Berdasarkan firman Tuhan ini, saya sebagai pelayan Tuhan Yesus Kristus memberitakan bahwa pengampunan dosa telah berlaku didalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.
Jemaat : menyambut dengan berdiri dengan salam Namaste dan berkata : “Tuhan mengasihi dan mengampuni kita”.
Nyanyian Jemaat : “Karya Terbesar”
Kasih yang terindah, hati yang mulia
Hanya ‘kutemukan di dalam-Mu Yesusku
Pujian dari hatiku selalu di setiap waktuku
Tiada pernah berubah kasihku
Reff : Karya terbesar dalam hidupku
Pengorbanan-Mu yang s’lamatkanku
Engkaulah harta yang ‘tak ternilai
Yang ‘kumiliki dan ‘kuhargai
Yesus Engkau ‘kukagumi
(Jemaat duduk)
- PUJIAN : PS. Talita Kum “Golgota Tempat Tuhanku Disalib”
- PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
¨ Doa
¨ Bacaan Alkitab : I Korintus 10:16-17
10:16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
¨ Khotbah
¨ Saat teduh
- REFLEKSI SEBELUM PEMBASUHAN KAKI
Pujian : “Bukan dengan Barang Fana”
Bukan dengan barang fana Kau membayar dosaku
Dengan darah yang mahal tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak Kau menebus diriku
Oleh segenap kasih dan pengorbananMu
Reff. : Ku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama
semuanya sia-sia dan tak berarti lagi
hidup ini kuletakkan pada mezbahMu ya Tuhan
jadilah padaku seperti yang Kau ingini
(Pendeta membuka jubah)
- PELAKSANAAN PEMBASUHAN KAKI
Pendeta : Tuhan Yesus berkata “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:14-15)
Jemaat : Kami mau saling melayani, kami mau meneladani Kristus
PF : Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. (I Korintus 11: 26-29)
Jemaat : Kami bersedia menguji diri kami dengan petolongan Tuhan
PF : Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24)
Jemaat : Kami mau menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Engkau ya Tuhan.
PF : Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)
Jemaat : Kami mau bersaksi dengan penyertaan Tuhan.
PF : Dengan berdiri, mari nyatakan komitmen persiapan kita:
Bersama`: “Segala puji syukur hanya bagi Tuhan Allah yang telah memberikan hidup kekal bagi kami melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Inilah kami ya Tuhan, kami sambut panggilan-Mu. Inilah kami ya Tuhan, kami siap menyambut undangan Perjamuan Kudus-Mu. Dengan pertolongan Tuhan, kiranya kami dimampukan untuk senantiasa hidup benar dihadapan-Mu. Dalam anugrah-Mu, mampukanlah kami hidup dan memuliakan Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, amin.”
(Pendeta mengawali membasuh kaki para majelis, dilanjutkan dengan majelis membasuh kaki jemaat dan selanjutnya jemaat saling membasuh kaki)
Jemaat menyanyi : “Melayani, Mengasihi, Mengampuni Lebih Sungguh”
Melayani, melayani lebih sungguh
Melayani, melayani lebih sungguh
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani, melayani lebih sungguh
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Mengampuni, mengamouni lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaku
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
- DOA SYUKUR PEMBASUHAN KAKI DAN KESIAPAN MENERIMA PERJAMUAN KUDUS
- PERSEMBAHAN : Filipi 2:5-8
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Pujian : Bersyukur Kepada Tuhan (KJ. 299:1-dst) – secara Kanon
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
sebab Ia baik. Bersyukur kepada Tuhan.
(Jemaat diundang berdiri)
DOA SYAFAAT DAN PERSEMBAHAN
- PUJIAN PENUTUP : Serikat Persaudaraan (KJ. 249:1-2)
1) Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, dikuatkan iman,
berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.
2) Serikatmu tetap teguh di atas Alasan,
yaitu satu Tuhanmu, dan satulah iman,
dan satu juga baptisan dan Bapa satulah,
yang olehmu sekalian dipuji, disembah.
- PENGUTUSAN DAN BERKAT
Pendeta : ——-
Sambutan jemaat : Hosiana 5X, Amin 3X
- PERJAMUAN KASIH
PETUGAS IBADAH KAMIS PUTIH, 14 APRIL 2022
| MAJELIS JEMAAT |
| 1. Pnt. Frans Ferdinand B. Logo |
| 2. Pnt. Magdalena Hehakaya |
| 3. Pnt. Sonya M. Johannes |
| 4. Pnt. Rini F. Yani |
| 5. Pnt. I Gst. Rai Daniel Ari P. |
| 6. Pnt. Yulius Sukristanto |
| 7. Pnt. Julianto Arisaputro |
| 8. Pnt. Yossy M. Puturuhu |
| 9. Pnt. Djois Waluwanja |
| 10. Pnt. Christimulia P. Trimurti |
| 11. Pnt. Esther S. Salempang |
| 12. Majelis Penginjil |
| 13. Majelis Diaken |
| PELAYAN MUSIK | PEMANDU PUJIAN |
| Yustin
Aris |
Anik
Evi |
