LITURGI KAMIS PUTIH

(Pembasuhan Kaki & Perjamuan Kasih)

6 April 2023 pk. 19.00 wita

 

Pemimpin : Pdt. I Made Budiarsa,

Pdt. Justus Abraham Lawalata &

Pdt. Tinni Sandra Turalaki, S.Si., Theol

Tema:

“MENJADI GEREJA PEMBAWA KEADILAN”

 

Sub Tema:

“…DIPERDAMAIKAN-NYA, DI DALAM TUBUH JASMANI KRISTUS

OLEH KEMATIAN DAN KEBANGKITAN-NYA…”

(band. Kolose 1:22a)

Persiapan:

  • Jemaat Memasuki ruang Ibadah, duduk dengan tenang dan berdoa secara pribadi, mempersiapkan diri mengikuti ibadah (lagu intrumentalia)
  • Alat-alat pembasuhan kaki telah disiapkan di tempatnya
  • Lonceng/gong dibunyikan 7 X

 (jemaat diundang berdiri)

  1. PANGGILAN BERIBADAH

MJ       :    Shalom.. pada hari Kamis Putih kita merenungkan apa yang pernah dilakukan oleh Yesus Tuhan, Sang  Penebus. Pada ibadah ini pelayan-pelayan Allah akan mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus mencuci kaki murid-muridNya dalam perjamuan terakhir. Kita bersehati dalam keakraban persekutuan dengan-Nya, merenungkan jejak-jejak derita-Nya dan merasakan kehadiranNya, menerima berkat kekudusan dan keagungan di hari yang penuh khidmat ini.

 

Pujian : SuaraMu Kudengar (KJ. 33:1-2)

 

(Solo)

1) SuaraMu ku dengar memanggil diriku

Supaya ku di Golgota dibasuh darahMu!

 

Reff :  Aku datanglah, Tuhan, padaMu;

  Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

(Umat)

2) Kendati ‘ku lemah, tenaga Kau beri;

Kau hapus aib dosaku, hidupku pun bersih   (Reff)

 

Prosesi Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah

 

  1. VOTUM DAN SALAM

Pendeta  : Persekutuan kita pada saat ini dilandasi dalam nama Allah Tritunggal : Bapa, Sang Putra dan Roh Kudus. Salam sejahtera bagi saudara sekalian.

Jemaat  : Salam sejahtera bagi saudara juga.

Bersama  :    5   3   4   5   6   5   4   5  .   .

A   .    .     .     .     .    min

(Jemaat duduk)

  1. INTROITUS : Mazmur 111:4

Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikan peringatan,

Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Nyanyian sambutan : Seindah Siang Disinari Terang (PKJ. 242:1)

  1. UNGKAPAN SITUASI

(PL (Pelayan Liturgi) berjalan menuju altar/salib dan diiringi instrument lagu : SuaraMu Kudengar-KJ. 33)

 

PL 1      :     (Seorang Ibu) “Saudaraku…Kamis Putih adalah kamis sebelum Paskah, suatu kesempatan bagi kita untuk merenungkan akan pelayanan Yesus bagi para murid. Perjamuan malam bersama, pelayanan sebagai hamba yang membasuh kaki para murid dan perenungan sebuah doa di Taman Getsemani, yang menghantar dalam kekosongan, untuk menyambut jalan via dolorosa. Semua perjalanan iman ini memberikan makna bagi hidup insan yang percaya….”

PL 2  :   (Seorang Pemudi) “Saudaraku…Hidup direfleksikan seperti aliran sungai yang kering, keadaan hutan yang tandus, telur di ujung tanduk. Hidup tiada pengharapan, seakan tiada masa depan. Ketika kepahitan hidup terus mendera, pengharapan mulai sirna, hati remuk…dingin membeku. Mengapa cobaan terasa begitu berat? Ku hantar derita dunia ini pada jamuanMu ya Tuhan. Dalam gumul getsemaniMu ya Tuhan. Tolong aku ya Tuhan.. Nyatakanlah kehendakMu..

Basuhlah aku Tuhan.. Sungguh ku yakini didalam Yesus yang menerima manusia tanpa syarat, bahwa ada pengharapan, ada kebaikan, ada kebenaran, ada sukacita atas pertobatan dan pemulihan hidup karena peristiwa pembasuhan kehidupan dan pergumulan penyelamatan dalam Doa di Taman Getsemani….”

PL 3  :   (Seorang Pemuda)  Pada malam dimana hati Yesus penuh dengan kegalauan, bahkan ketakutan secara manusiawi. Yesus tidak memilih untuk melarikan diri, ataupun hanya meratapi nasib. Yesus memilih merangkul derita, berdamai akan DiriNya sehingga Yesus menerima

 

merangkul derita, berdamai akan DiriNya sehingga Yesus menerima pendamaian Allah dan Yesus menjadi pendamaian Allah bagi dunia..
Kamis putih adalah malam pengenangan akan cinta Yesus yang teramat bersih dan suci. Marilah mengenang setiap kasih cintaNya bagi kita……

 

Menyanyikan : Kasih Tuhanku Lembut (NKB. 74:1)

 

1) Kasih Tuhanku lembut!  PadaNya ‘ku bertelut

     Dan kudambakan penuh: Kasih besar!

     Yesus datang ke dunia tanggung dosa manusia

     Bagiku pun nyatalah: Kasih besar!

 

Reff  : Kasih besar! Kasih besar!

  Tidak terhingga dan ajaib benar: Kasih besar!

 

PL 4  :   (Seorang Bapak) “Saudaraku.. Pembasuhan kaki para murid oleh Yesus memberikan arti yang mendalam yaitu pembersihan, penyucian, pengampunan, pembaharuan, perendahan diri, perhambaan dan penyerahan diri. Penyerahan Diri Yesus untuk menebus manusia dari dosa.

Kaki adalah bagian yang kotor, yang menginjak tanah, symbol kehinaan, kotoran dunia ini. Yesus merendahkan Diri untuk menjangkau mereka yang hina dan rendah. Merangkul, mengangkat dan membuat mulia kehidupan yang dibasuh didalam kasih Ilahi.

Siksa yang mendera, bilur-bilur yang tercurah dari kepala hingga kaki, hina, fitnah dan sengsara diterima, hanya untuk melayakkan manusia menerima pembasuhan oleh Yesus Kristus.

Kemesraan jamuan malam, pembasuhan kehidupan, akan tetap terpelihara dalam iman karena penyelamatan dikayu salib.

Mari tetap sedia ikut Yesus, Tuhan dan Penebus kita…”

 

Menyanyikan : Saya Mau Ikut Yesus (KJ. 375)

(Solois…)   

Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya

          Meskipun saya susah, menderita dalam dunia

     Saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya

(Umat)

      Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya

     Meskipun saya susah, menderita dalam dunia

     Saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya

 

  1. DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA

Pendeta  :   Marilah kita berdoa : …..

Yesus Putra Allah yang hidup, kemuliaan Bapa dan Cahaya, abadi kami menyembah dan datang bersyukur atas anugerah kasihMu yang besar.

Jemaat  :   Yesus yang berhati lembut, Engkaulah penolong dan perlindungan kami.

Kami menyembah Dikau.

Pendeta    :    Yesus Allah damai, Sahabat umat manusia, sumber kehidupan dan kekudusan,

dariMu kepenuhan hidup sempurna. Kami menyembah Dikau.

Jemaat      :    Yesus Saudara orang-orang miskin dan lemah, kebaikanMu tiada terukur

dan kebijaksanaanMu tanpa batas. Kami menyembah Dikau.

Semua  :    Menyanyikan….

Mari masuk, mari masuk, masuk hatiku ya Yesus…

Datang s’karang, datang tinggal, dalam hatiku ya Yesus…

Pendeta  :   Yesus Gembala yang baik, cahaya yang benar, jalan dan kehidupan kami.

Kami menyembah Dikau.

Jemaat  :   Yesus cahaya abadi, terang Ilahi, Engkau memenuhi kedambaan kami.

Kami datang memohon belas kasihan dan pengampunanMu. Kami menyembah Dikau.

Semua  :   Kuduskanlah kami dan baharuilah kami. Kami rindu menyembah Dikau. Amin.

 

PL 1  :   (Seorang Ibu) “Saudaraku…di malam itu dalam ketakutan dan keresahanNya, yang mengungkapkan sisi kemanusiaanNya, Ia tertunduk dan berdoa di Taman Getsemani. Peluh pun menetes, membasahi dalam gumul sendiri.. Ia tetap menyambut cawan itu dan tak pernah bergeming..

PL 2  :   (Seorang Bapak) “Saudaraku.. mari menghayati penderitaan Yesus, dari malam yang terakhir memasuki masa penderitaan Diri, untuk membuat hidup kita berarti. Adakah kita menyadariNya?

Ia yang tak berdosa, siap menanggung dosa manusia. Saudara dan saya tidak lagi menderita dalam kungkungan maut….

Pujian  :   Ajaib Benar Anugerah (KJ. 40:1-2)

 

1) Ajaib benar angerah Pembaru hidupku!

       ‘Ku hilang, buta, bercela; OlehNya ‘ku sembuh.

 

2) Ketika insaf, ‘ku cemas, sekarang ‘ku lega!

       Syukur bebanku t’lah lepas berkat anugerah!

 

  • Pujian : Jefri Usias Uky “Bukan Dengan Barang Fana”

 

  1. PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

¨ Doa

¨ Bacaan Alkitab : Lukas 22:39-46

22:39   Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

22:40   Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

22:41   Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

22:42   “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

22:43   Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.

22:46   Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

¨ Khotbah

¨ Saat teduh

 

  • Pujian : PS. Talitakum “Kasih Paling Agung”

 

  • REFLEKSI SEBELUM PEMBASUHAN KAKI
  • Pujian : Dimuka Tuhan Yesus (KJ. 29:1-2)

 

1) Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku

  Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus

2) Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku

  Kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus

 

  1. Mendoakan orang-orang yang menyakiti hati kita sehingga kita diperdamaikan dan berdoa untuk orang yang kita sakiti hatinya (doa secara pribadi dan diututup oleh Pdt)

 

  1. Pujian : Tuhanku Bila Hati Kawanku (KJ. 467:1-3)

 

1) Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku

  Dan kehendakku jadi panduku, ampunilah

2) Jikalau tuturku tak semena dan aku tolak orang berkesah

  Pikiran dan tuturku bercela, ampunilah

3) Dan hari ini aku bersembah serta padaMu, Bapa beserah

  Berikan daku kasihMu mesra. Amin, amin.

 

  1. PENJELASAN PEMBASUHAN KAKI

Pendeta   :  “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:14-15)

Pembasuhan kaki yang Tuhan Yesus telandankan adalah sebuah tanda kasih, tanda pengampunan, teladan kerendahan hati dan merendahkan diri untuk melayani. Dengan demikian saling membasuh kaki menjadi tindakan simbolis rekonsiliasi/ pemulihan hubungan yang didasari sikap merendahkan diri untuk meminta maaf dan kerendahan hati untuk mengampuni yang selanjutnya bersama-sama melayani dengan kasih.

  • Pujian : VG. Kawan Seiman “Bagaimana ‘Ku ‘Kan Bernyanyi” (sambil petugas mempersiapkan pembasuhan)

 

(Pendeta mengawali membasuh kaki para majelis, dilanjutkan dengan majelis membasuh  kaki  jemaat)

 

  1. DOA SETELAH PEMBASUHAN KAKI DAN KESIAPAN MENERIMA PERJAMUAN KUDUS (oleh Pendeta)

Doa    :     Tuhan, hari ini kami telah belajar untuk melakukan tindakan kasih saling meminta maaf dan memberi maaf melalui pembasuhan kaki. Bimbinglah kami selalu untuk bisa merendahkan diri dan memiliki kerendahan hati seperti Tuhan Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kami. Berdasarkan pengampunan dan penebusan yang Tuhan Yesus kerjakan atas kami, saat ini kami menyatakan kesiapan hati untuk kembali menerima perjamuan kudus Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus menolong kami, Amin.

 

  1. PERSEMBAHAN : I Tesalonika 5:18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

 

Pujian : Bagi Yesus Kuserahkan (KJ. 363:1-3)

 

1) Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya;

  hati dan perbuatanku, pun waktuku milikNya.

  Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.

  Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.

 

2) Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya;

  mataku memandang Yesus; yang kupuji Dialah!

  Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!

  Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!

 

3) Ya, sejak kupandang Yesus, kutinggalkan dosaku;

  pada Dia ‘ku terpaut, Dia Jurus’lamatku.

  Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.

  Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.

(Jemaat diundang berdiri)

Doa persembahan                                                                                                      

 

  1. PENUTUP : ’Ku Yakin Tuhan Tuntun Langkahku (PKJ. 131. 1,3)

 

  1. PENGUTUSAN DAN BERKAT

Pendeta    :     ——-

Sambutan jemaat : Hosiana 5X, Amin 3X

 

  1. PERJAMUAN KASIH

 

TUGAS MAJELIS JEMAAT (KAMIS PUTIH, 6 APRIL 2023)

1. Pnj. Tuary Shinta R. Sitompul
2. Pnj. R. Suyarto
3. Pnj. Esther Sri Budhiningsih
4. Pnj. Marliantini Korassa
5. Pnj. Krisna Putra
6. Pnj. Jamiati
7. Pnj. Bayu Widjayanto
8. Pnj. Hendry L. Tobing
9. Pnj. Lende Tanggela
10. Pnj. Domu Wardji
11. Pnj. Ni Nyoman Ayu Mirah S.
12. Pnj. Yulius Bayu
13. Pnj. Supriyono
14. Majelis Penatua
15. Majelis Diaken

 

PELAYAN MUSIK IBADAH KAMIS PUTIH

TIM MUSIK PEMANDU PUJIAN
Cahyo

Harry

Christian H.

Jolly

Neno

Sulendra

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.