Tidak ada kejadian dan hak dalam hidup manusia yang tidak diperhatikan oleh Tuhan (ay. 27). Tuhan Allah itu kekal, Dia Sang Pencipta yang tidak lelah, tidak lesu, dan tidak terduga pengertian-Nya (ay. 28). Tuhan memberikan kekuatan dan semangat kepada orang-orang lemah (ay. 29). Orang-orang muda bisa menjadi lesu, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapatkan kekuatan baru. Mereka berjalan dan berlari, tetapi tidak menjadi lelah, bahkan semakin naik terbang dengan kuat seperti rajawali (ay. 30-31).

Saya pernah merasa begitu lelah dan tak berdaya. Saat itu teman-teman saya mengajak saya untuk berjalan-jalan ke mal, bermain games, dan bersenang-senang. Namun, saya menolak karena saya ingin sendirian, tidak ingin keluar dan tidak ingin bersama siapa pun. Saya merasa putus asa dan saya menyadari bahwa yang saya butuhkan adalah ketenangan.

Setelah itu saya memutuskan untuk pergi berdiam diri dengan Tuhan di satu rumah doa. Istilah terkenalnya: Alone with God. Di rumah doa itu saya berdoa secara jujur dan terbuka kepada Tuhan, merenungkan kejadian-kejadian dan firman Tuhan, mempelajari hikmah di balik semua masalah, mengevaluasi hidup saya, memohon bimbingan Tuhan, dan menyampaikan rencana saya di masa depan kepada Tuhan. Ada kesegaran dan kekuatan baru ketika saya berdoa dan mendengarkan Tuhan. Saya mendapatkan kekuatan baru untuk berjuang lagi menyelesaikan masalah saya bersama Tuhan. –PDS/www.renunganharian.net

KETIKA DALAM PERGUMULAN BERAT DAN PUTUS ASA, JANGAN LARI PADA
KESENANGAN DUNIAWI, TETAPI LARILAH KEPADA SANG SUMBER KEKUATAN.

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.