Dalam perenungan, pergumulan bersama terhadap dampak buruk covid-19, kita harus senantiasa mengucap syukur. Hanya orang percaya yang dapat melakukan itu! Itulah kedewasaan iman. TUHAN itu pengasih dan penyayang menjadi power atau dorongan untuk selalu berterima kasih pada Allah. Hal ini menjadi gaya hidup warga GKPB secara kolektif.

Hari ini yakni satu hari menjelang Jumat Agung, lewat Firman Tuhan (Teks puji & janji) kita menyimak dengan sunguh-sungguh bahwa Allah lewat perkataan-Nya (secara langsung) dan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar/ajaib adalah Allah yang bertindak secara nyata. Warga GKPB yang terkasih, mari kita maknai Teks-teks yang dibagikan hari ini. Yang pertama, dari semula Allah menjadikan semuanya melalui FIRMAN. Di sini tergambar kemahakuasaan dan keadilan Allah. Jika kita merasakan dan mengakuinya, maka menjadi jelas Firman itu dalam kehidupan ini. Namun sebaliknya. Pesan dari bagian Firman ini ialah suatu perintah agar tidak sekali-kali cuek (tidak peduli) akan Allah, lewat ‘kata-kata-Nya’. Hal ini tak boleh dibantah siapapun.

Bagian firman yang kedua, FIRMAN itu telah nyata dalam diri Yesus Kristus, yang secara langsung datang ke dalam dunia berjumpa dengan umat manusia. Dalam kehadiran-Nya itu Yesus menyatakan dengan tegas siapa Dia yang sesungguhnya. Maksud yang mau dicapai-Nya ialah dengan terus terang Ia katakan: “akan ada penderitaan dan kematian yang harus dipikul-Nya”. Itulah jalan untuk kehidupan/selamat. Pesan dari bagian Firman ini ialah suatu penegasan kepada orang percaya, pertanyaan yang menunjukkan keraguan akan keselamatan yang Yesus kerjakan adalah sebuah kebodohan (ketidakdewasaan iman).

Yang ketiga, keseluruhan Teks Kitab Suci di hari ini mengingatkan warga Gereja (GKPB): ALLAH telah mengerjakan bagian-Nya. Keselamatan sebagai tanda/bukti kasih dan sayang-Nya dicurahkan kepada kita. Penyaliban Yesus adalah nilai yang termahal dan termulia dalam kehidupan umat/dunia. Dengan memberikan nilai yang demikian kita telah mengerjakan bagian kita sebagai orang percaya. Tentu penilaian itu tidak cukup. Iman perlu dibuktikan dengan praktek (kata Yesus).

Saudaraku, warga GKPB yang terkasih dalam Kristus lewat renungan harian di hari ini, kita diingatkan sekali lagi bahwa “Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang”. Hal ini tidak boleh terbantahkan dalam kondisi kita saat ini. Dibalik Covid-19 ada sejuta ‘keajabian TUHAN”. Hanya dengan ‘mata iman’ kita bisa melihatnya. Dampak dari Corona tidak bisa dipungkiri, namun yakinlah bahwa Allah tidak meninggalkan kita seorang diri. Umat-Nya ‘tak akan sekali-kali ditinggalkan kelaparan dan kehausan.  Percayalah bahwa kurban terbaik di kayu salib menyucikan warga GKPB untuk layak dalam membagi kabar sukacita bagi dunia. (JL)

 

Bacaan Alkitab:   Yohanes 13: 1-15, 34-35; 1 Korintus 11: (17-22) 23-26 (27-29, 33-34a); Keluaran 12: 1-4 (5) 6 -8 (9) 10-14; Lukas 23: 26-31

Doa:  Ya Allah, ampunilah keraguan iman warga GKPB. Biarlah perayaan Jumat Agung di hari besok dan Paskah menjadi momentum untuk memperingati akan Kasih dan Sayang-Mu, dan selalu bersukur.  amin.

 

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.