Adakalanya dalam mendaraskan doa, ada keyakinan kuat dalam hati saya bahwa Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa tersebut. Terutama ketika saya meyakini bahwa isi doa saya tak bertentangan dengan kehendak-Nya, yang saya baca dalam firman-Nya. Namun, adakalanya juga saya merasa kurang yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan doa saya. Terlebih ketika saya berusaha “membujuk Tuhan” untuk memenuhi keinginan saya, tanpa memedulikan apakah hal itu sesuai dengan kehendak-Nya atau tidak.

Menurut Rasul Yohanes, seharusnya umat Tuhan memiliki keberanian untuk percaya bahwa Allah tak hanya mendengar, tetapi juga mengabulkan doa-doa kita. Syaratnya, apa yang kita doakan sesuai dengan kehendak-Nya. Tentu hal itu bukanlah perkara mudah karena siapakah kita sehingga dengan yakin dapat berkata, “Saya memahami kehendak Tuhan!” Namun, ketika kita bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan firman- Nya, dalam pertolongan Roh Kudus lambat laun kita akan semakin memahami kehendak Allah. Kita pun akan bertumbuh dalam kepekaan untuk mengenali apakah isi doa-doa kita bertentangan atau seturut dengan kehendak-Nya. Bukankah ini menarik?

Oleh karena itu, mohonlah agar Roh-Nya menolong kita untuk bertumbuh dalam pengenalan kita akan Allah. Jangan puas hanya dengan mendaraskan doa-doa berisi permohonan dan permintaan bagi kebutuhan pribadi, tetapi mulailah masuk dalam kehidupan doa yang seturut dengan kehendak-Nya. Masa, jika kita berdoa seturut kehendak-Nya, kebutuhan hidup kita tidak diperhatikan oleh-Nya? Tak mungkin! –GHJ/www.renunganharian.net

DALAM DOA HENDAKNYA DISERTAI PENYERAHAN DIRI
PADA KEHENDAK TUHAN YANG SEMPURNA.

GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI
JEMAAT KRISTUS KASIH DENPASAR
© 2026 GKPB JKK. All rights reserved.