Nomor : 30/IV/27/07/2025
LITURGI IBADAH INTERGENERASI & PENUTUPAN PEKAN KELUARGA GKPB 2025 HARI MINGGU VI SESUDAH TRINITATIS MINGGU, 27 JULI 2025
Tema : Menjadi Gereja Pembawa Damai
Sub-Tema : Melalui Pekan Keluarga, GKPB Membangun Keadilan dan Perdamaian di Tengah Keluarga
Kebaktian I (Pk. 07.00) :
Pdt. Em. I Wayan Sudiarta, M.Th
Kebaktian II (Pk. 10.00) :
Pdt. Justus Abraham Lawalata, M.Th & Sdri. Yelia Sangkai
Kebaktian III (Pk. 16.00) :
Pdt. I Putu Yosia Yogiartha, ST. M.Th & Dr. Leonard C. Efapras
Persiapan Jemaat : Doa pribadi Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat
Pemandu Pujian, dan Organis : Doa bersama di Konsistori
Majelis Jemaat yang bertugas keluar dari Konsistori menyalakan lilin teofani di meja Perjamuan Kudus sebelum ibadah sebagai lambang kehadiran / penyataan / penampakan Allah.
Gong dibunyikan 7 kali (3+3+1) Jemaat bersama-sama berdiri,
Song Leader menyanyikan lagu tema (Theme Song) PKJ. 288:1–4“Inilah Rumah Kami” sebelum ibadah dimulai.
MJ : Jemaat yang dikasihi Tuhan, Ibadah Minggu saat ini merupakan iba- dah penutupan pekan keluarga, yang kita lakukan dengan menggunakan Tata Ibadah Minggu intergerasional.
Selama 1 minggu kita telah menjalani rangkaian kegiatan pekan keluarga. Kita bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah menganuge- rahkan keluarga yang senantiasa mendukung dan menopang kita dalam suka dan duka. Saat ini kita akan mengakhiri rangkaian pekan keluarga, namun panggilan untuk menjadikan keluarga kita setia dan taat kepada Tuhan tidak pernah berakhir. Kini kita akhiri rangkaian kegiatan pekan keluarga ini, dengan tetap percaya bahwa Yesus Kristus Sang Kepala Keluarga selalu menyertai dan member- kati keluarga kita.” Mari kita naikkan pujian bagi Allah karena ke- baikan-Nya atas keluarga kita….
Pujian : “Matahari Bersinar Terang” & “Hari Ini Harinya Tuhan” (medley)
Matahari bersinar t’rang,
burung berkicaulah senang.
Harum semerbaklah bunga di padang.
Semuanya mengajak kepada kita.
‘Kan memuji nama Tuhan yang esa.
‘Kan memuji nama Tuhan yang esa.
Interlude peralihan lagu
Hari ini hari ini harinya Tuhan harinya Tuhan.
Mari kita, mari kita bersuka ria, bersuka ria.
Hari ini harinya Tuhan, mari kita bersuka ria.
Hari ini, hari ini harinya Tuhan.
Prosesi Pembawa Alkitab diikuti Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah
2. VOTUM DAN SALAM
Pdt/PL :
Sidang Jemaat : Tuhan hadir ditengah-tengah kita. Marilah kita merendahkan diri dihadapan-Nya dan mengaku dengan bersama- sama mengucapkan :
Bersama :
Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.
Pdt/PL :
Salam sejahtera dari Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, kepada Saudara sekalian.
Jemaat :
(disambut dengan mengangkat tangan kanan sambil berucap) Salam sejahtera bagi Saudara juga.
Bersama : menyahut
5 3 4 5 6 5 4 5 . .
A………….. min
(Jemaat duduk kembali)
3. INTROITUS : Yesaya 43:1 (TB2)
"Beginilah irman TUHAN yang menciptakan engkau : “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu,engkau adalah milik-Ku” |
Pujian :
Aku MilikMu, Yesus, Tuhanku (KJ. 362:1, 3)
Refrein : Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.
Raih daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
3) Sungguh indahnya walau sejenak besertaMu, Allahku;
dalam doaku sungguh akrabnya bersekutu denganMu. Reff…
Seorang Remaja
Remaja :1 TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Jemaat :2 Engkau mengetahui ketika aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Remaja :3 Engkau mengamati aku ketika aku berjalan atau berbaring,
Jemaat : segala jalanku Kaumaklumi.
Remaja :4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
Jemaat : sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
Remaja :5 Dari belakang dan dari depan Engkau memagari aku,
Jemaat : dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
Remaja :6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu,
Jemaat : terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Remaja :7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,
Jemaat : ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Remaja :8 Jika aku naik ke langit, Engkau di sana;
Jemaat : jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun di situ.
Remaja :9 Jika aku terbang dengan sayap fajar,
Jemaat : dan membuat kediaman di ujung laut,
Remaja :10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, Jemaat : dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Remaja :11 Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku,
Jemaat : dan terang sekelilingku menjadi malam,”
Remaja :12 maka kegelapan pun bukan kegelapan bagi-Mu,
Jemaat : dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Remaja :13 Sesungguhnya, Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
Jemaat : menenun aku dalam kandungan ibuku.
Remaja :14 Aku bersyukur kepada-Mu sebab aku dijadikan dengan dahsyat dan ajaib.
Jemaat : Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Remaja :15 Tulang-tulangku tidak terlindung dari pandangan-Mu,
Jemaat : ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, ditenun di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
Remaja :16 mata-Mu melihat selagi aku belum berbentuk,
Jemaat : dan dalam kitab-Mu semua sudah tertulis,
Remaja : hari-hari yang sudah dibentuk,
Jemaat : sebelum ada satu hari pun.
Remaja :23 Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, Jemaat : ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku;
Remaja :24 lihatlah, apakah jalanku serong,
Jemaat : dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!
Remaja : Puji Tuhan!
Jemaat : Amin.
5. DOA BERKAT ANAK SEKOLAH MINGGU (Ibadah I, II)
6. DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA
Pdt/PL :
Selama satu pekan kami beribadah dan memaknai tugas perutusan di tengah dunia. Kita terpanggil menjadi keluar- ga yang membangun keadilan dan kedamaian. Lalu apa yang kita jumpai? Ada begitu banyak ketidakadilan terjadi disekitar kita, ada banyak orang yang rindu merasakan kedamaian.
Marilah kita merenungkannya, dan datang kepada Tuhan dalam doa pengakuan dosa. Kita memohon pengampunan Tuhan, jikalau selama ini kita masih sibuk dengan pemenuhan kepentingan sendiri, mengutamakan perasaan kita sendiri, dan untuk semua itu bahkan kita tidak peduli lagi dengan perasaan orang lain.
Kakek / Nenek :
Tuhan, Engkau memanggil kami untuk melahirkan ke- turunan, yaitu anak-cucu, yang memuliakan dan bersaksi tentang namaMu di tengah-tengah dunia. Namun, kami seringkali kurang bertanggung-jawab dan tidak sepe- nuhnya melaksanakan tanggung jawab itu dengan baik. Ampunilah kami, ya Tuhan.
Seorang Bapak :
Tuhan, Engkau memanggil kami untuk mengepalai rumah tangga dengan cara mengasihi istri dan anak-anak kami. Namun kami seringkali kurang bertanggung-jawab dan tak jarang bersikap kasar kepada istri dan anak-anak kami. Kadang kami pun kurang jujur terhadap istri dan anak-anak kami. Kami sering tidak taat kepada-Mu dan kurang setia kepada istri kami. Ampunilah kami, ya Tuhan.
Seorang Ibu :
Tuhan, Engkau telah mengaruniakan suami dan anak-anak dalam hidup kami. Kami bersyukur boleh mengasihi, melayani dan mendampingi mereka. Namun kami seringkali menjalani panggi- lan itu dengan setengah hati. Akibatnya seringkali kami mengeluh. Kadang kami pun kurang jujur dengan suami dan mengabaikan anak-anak kami. Kami sering tidak taat kepada-Mu dan kurang setia kepada suami kami. Ampunilah kami, ya Tuhan.
Seorang Pemuda/i :
Tuhan, Engkau mengaruniakan masa muda yang indah, penuh harapan bersama keluarga. Namun seringkali kami menyianyiakan masa muda kami dengan pergaulan yang buruk. Kami tidak taat kepada orangtua, mementingkan diri sendiri dan tidak serius mempersiapkan masa depan kami. Kami sering diperhadapkan pada berbagai pilihan yang menawan hati. Karena itu kami sering ter- jatuh pada berbagai keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Ampunilah kami, ya Tuhan.
Seorang Anak / Remaja :
Ya Tuhan, sebagai anak, kami sering tidak mampu melihat rencana Tuhan yang indah melalui bapak dan ibu kami. Kami lebih mementingkan apa yang kami mau dan apa yang kami inginkan dengan menuntut semuanya dari orangtua kami, tanpa mendengarkan pikiran mereka. Dalam banyak hal kami seringkali tidak dengar-dengaran kepada bapak-ibu dan kakak adik kami. Kami banyak kali melalaikan tugas kami dalam mengerjakan peker- jaan-pekerjaan di rumah dan enggan membantu. Ampunilah kami, ya Tuhan.
Semua :
Ya Tuhan, Engkau mengetahui siapakah kami ini. Ampunilah kami dan keluarga kami dari segala pelanggaran dan dosa. Mampukanlah kami supaya kami lebih tulus dalam saling mengasihi, memper- hatikan dan menghargai. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.
Jemaat Menyanyi : Bagi Yesus Kuserahkan (KJ. 363:1-3)
Bersama :
Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya;
hati dan perbuatanku, pun waktuku milikNya.
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.
Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.
Pria :
Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya;
mataku memandang Yesus; yang kupuji
Dialah!
Bersama :
Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!
Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!
Wanita :
Ya, sejak kupandang Yesus, kutinggalkan dosaku;
pada Dia ‘ku terpaut, Dia Jurus’lamatku.
Bersama :
Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.
Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus’lamatku.
7. BERITA ANUGERAH : Efesus 1:14 (TB2)
Pdt/PL :
Bagi setiap orang yang sudah mengaku dosa dengan tulus hati, Allah memberikan anugerah pengampunan dosa seperti yang tertulis dalam Mazmur 103:8-14 (TB2)
”TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia menyimpan amarah. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit dari bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari kita pelanggaran kita. Seperti bapak sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang yang takut akan Dia. Sebab Dia tahu dari apa kita dibentuk, Dia ingat bahwa kita ini debu.” (Pengampunan ini datang Tuhan atas dasar belas kasihan-Nya saja di dalam Nama Allah Tritunggal : Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus.)
Jemaat :
(menyambut dengan berdiri dan saling bersalaman sambil berkata
“Tuhan mengasihi dan mengampuni kita”)
8. HUKUM TUHAN : (seorang Ibu membacakan Hukum Tuhan yang diikuti oleh seluruh warga jemaat)
Kita sudah diperdamaikan dengan Allah, oleh karenanya, mari kita juga berdamai dengan sesama dengan bersama-sama kita mengucapkan hukum Tuhan dari Matius 22:37-40 (TB2)
Jawab Yesus kepadanya, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Pujian : Bersukacitalah Selalu (Salam Damai) – dinyanyikan 2X
Bersukacitalah selalu tunjukkan wajah gembiramu
Lihat teman di kanan, kiri dan disekitarmu;
Berikan salam damai, karna kasih karunia
Serta pengampunanNya di beri Hiduplah
dalam damai seorang dengan yang lain:
Itu kehendak Tuhan bagimu
9. PEWARTAAN FIRMAN TUHAN
2:2 Sama seperti bayi yang baru lahir, hendaklah kamu selalu menginginkan air susu yang murni dan rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
2:4 Datanglah kepada Dia, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah.
2:5 Biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pem- bangunan suatu rumah rohani, menjadi imamat kudus, untuk mem- persembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berke- nan kepada Allah.
2:6 Sebab, ada tertulis dalam Kitab Suci, “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu, sebuah batu penjuru yang terpilih dan mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”
2:7 Karena itu, bagi kamu yang percaya, Ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu san- dungan dan abut besar yang membuat orang jatuh.”
2:8 Mereka tersandung pada-Nya, karena mereka tidak taat kepada Fir- man Allah. Mereka juga telah ditentukan untuk itu.
2:9 Namun, kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan per- buatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani, tetapi sekarang telah beroleh belas kasihan.
Demikianlah Sabda Tuhan!
(diakhiri dengan sahutan/pujian Haleluya 3X)
c. Khotbah
d. Saat teduh
(Jemaat berdiri)
10. PENGAKUAN IMAN RASULI
(Jemaat duduk kembali)
11. PENUTUPAN PEKAN KELUARGA GKPB – Ibadah II
Pdt/PL : Bapak/Ibu/Sdr/i yang dikasihi Tuhan, Selama satu minggu kita sudah bersama–sama melaksanakan Pekan Keluarga GKPB. Tuhanlah Sang Nahkoda Keluarga kita, Dialah yang memimpin dan menuntun kita da- lam setiap perjalanan hidup kita. Dialah yang menjaga dan memelihara hidup kita sehingga kita mendapatkan berkat dan karuniaNya. Saat ini marilah kita tutup rangkaian Pekan Keluarga dengan mengungkapkan pengakuan dan tekad bersama untuk menumbuhkan keadilan dan perdamaian dalam keluarga dan kehidupan bersama.
Semua : Kami keluarga GKPB bertekad dan komitmen :
Nyanyian : Inilah Rumah Kami (PKJ. 288:1-4)
Semua : Inilah rumah kami, rumah yang damai dan senang;
siapa yang menjamin? Tak lain, Tuhan sajalah.
Alangkah baik dan indah, jikalau Tuhan beserta;
sejahtera semua, sekeluarga bahagia.
Anak : Betapalah mesranya, ayah dan ibu contohnya; semua
anak-anak ikut teladan tindaknya.
Bersama : Alangkah baik dan indah,jikalau Tuhan beserta;
sejahtera semua, sekeluarga bahagia.
Kakek & Nenek : Di dalam kesusahan kami berdoa tak segan;
pun dalam kesenangan ucapan syukur bergema.
Bersama : Alangkah baik dan indah,jikalau Tuhan beserta;
sejahtera semua, sekeluarga bahagia.
Bapak & Ibu : Buatlah rumah kami menjadi taman yang sejuk,
sehingga hidup kami berbau harum dan lembut.
Bersama : Alangkah baik dan indah, jikalau Tuhan beserta;
sejahtera semua, sekeluarga bahagia.
13. WARTA JEMAAT
14. DOA SYAFAAT
14. PERSEMBAHAN :
Seorang Pemuda/i :
Marilah kita mengucapkan syukur atas kemurahan Allah melalui persembahan yang kita kumpulkan ber- sama sambil mengingat sabda Tuhan dari Mazmur 52:11 menyatakan demikian, “Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkau telah ber- tindak; Aku berharap pada nama-Mu sebab Engkau baik, di hadapan orang-orang yang Kaukasihi!”
Pujian : Keluarga Hidup Indah (PKJ. 289:1-4)
1. Keluarga hidup indah
bila Tuhan di dalamnya.
Dengan kasih yang sempurna
Tuhan pimpin langkahnya.
Reff:
T’rima kasih padaMu, Tuhan,
Kau bimbing kami selamanya.
Segala hormat, puji dan syukur
kami panjatkan kepadaMu.
2. Di dunia banyak jalan;
jalan mana ‘kan ditempuh?
Jalan lurus hanya satu;
jalan Tuhan itulah. Reff:
3. Keluarga hidup indah,
bila Tuhan pemimpinnya.
Dalam suka, dalam duka
kita dalam tanganNya. Reff:
4. Ya Roh Kudus, bimbing kami,
agar s’lalu bersamaMu.
Ajar kami, tolong kami
mewujudkan kasihMu. Reff:
Doa Persembahan
(Jemaat berdiri)
15. PUJIAN :
Margi Iring Sang Hyang Yesus (KP. 88:1)
Margi iring Sang Hyang Yesus Sapamargin Ida ne
Ida ngicen krahayuan Ring sane ngiring Ida
Margi ja iring ja Ida Sang Hyang Yesus
Margi ja da lenga Sedek kari hidup
16. PENUTUP/BERKAT
Pdt/PL : Keluarga-keluarga yang dikasihi Tuhan, arahkanlah hatimu kepada Tuhan. Jadikanlah Tuhan sebagai pusat dari kehidupan keluarga, sehingga setiap orang mengalami keadilan dan damai Tuhan yang melampaui segala akal. Nikmatilah perjumpaan dengan Tuhan dan tunjukkanlah perubahan yang baik dalam segala hal dengan mem- bangun keadilan dan kedamaian yang dimulai dari keluarga.
Sekarang terimalah berkat Tuhan:
“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau denganwajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu
dan memberi engkau damai sejahtera.” (Bilangan 6:24-26)
Jemaat Menyanyi : Haleluya (5X), Amin (3X)
17. PUJIAN PROSESI PULANG :
Margi Iring Sang Hyang Yesus (KP. 88:1)
2) Mamargi ngiring Hyang Yesus
Titiang ngandelang Ida.
Yan pageh ngiring nglantur Janten doh saking baya.
Margi ja iring ja, Ida Sang Hyang Yesus.
Margi ja da lenga, sedek kari hidup